Siti Mukaromah Dukung Menko PM Bangun Laboratorium Gula Kelapa
- 26 Jun 2026 07:40 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas– Harapan para penderes dan pelaku usaha gula kelapa di Banyumas untuk memiliki laboratorium pengujian gula kelapa kristal semakin terbuka. Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar, menyatakan siap mendukung pembangunan laboratorium tersebut dan akan menginstruksikan kementerian teknis terkait untuk merealisasikannya di Banyumas.
Komitmen itu disampaikan Muhaimin saat membuka Kawasan Pemberdayaan di kawasan Wisata Pereng, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Kamis (25/6/2026) petang. Menurut Muhaimin, usulan pembangunan laboratorium muncul setelah dirinya menerima berbagai masukan dari para penderes, pelaku usaha, hingga Pemerintah Kabupaten Banyumas.
Selama ini, proses pengujian kualitas dan sertifikasi gula kelapa kristal yang menjadi syarat ekspor masih harus dilakukan di laboratorium yang berada di Eropa karena Indonesia belum memiliki fasilitas serupa.
"Kita mendapatkan masukan dari para penderes, pedagang, dan Pemerintah Kabupaten Banyumas mengenai pentingnya laboratorium gula kelapa kristal. Tentu ini sesuatu yang baik. Saya yakin Presiden Prabowo akan mendukung ini. Seperti kita ketahui, Presiden sangat konsen terhadap ketahanan pangan, terlebih ini untuk kebutuhan ekspor," kata Muhaimin.
Muhaimin menjelaskan, pembangunan laboratorium tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp8 miliar dan akan diupayakan berdiri di Banyumas agar proses pengujian produk ekspor menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien.
Muhaimin menilai, ekosistem ekonomi yang dibangun para penderes dan pelaku usaha gula kelapa di Banyumas merupakan contoh keberhasilan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi sumber daya alam.
"Tadi kata Pak Bupati, ekspor gula kelapa 90 persen dunia berasal dari Indonesia dan sekitar 80 persennya dari Cilongok. Dengan sumber daya alam yang besar dan didukung hilirisasi, seharusnya tidak ada masyarakat miskin di Banyumas," ujarnya.
Dirinya menambahkan, pengembangan industri gula kelapa tidak cukup hanya meningkatkan produksi. Pemerintah juga harus memperkuat seluruh ekosistem industri, mulai dari peningkatan kualitas produk, standarisasi, hingga riset laboratorium yang menjadi syarat utama dalam perdagangan internasional.
Selain gula kelapa, Muhaimin juga melihat Banyumas memiliki potensi besar dalam memperkuat ketahanan pangan melalui berbagai komoditas pertanian, sayuran, hingga produk olahan UMKM. Menurutnya, potensi tersebut dapat semakin berkembang seiring diberlakukannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2025 tentang Kepariwisataan yang menekankan pembangunan berbasis ekosistem dan melibatkan sektor kuliner serta UMKM sebagai bagian penting dari pengembangan destinasi wisata.
Sementara itu, Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Banyumas-Cilacap, Siti Mukaromah, menyambut baik langkah Menko PM yang mendorong pembangunan laboratorium gula kelapa kristal di Banyumas. Menurut perempuan yang akrab disapa Mba Erma itu, keberadaan laboratorium akan sangat membantu para penderes, eksportir, maupun pemerintah daerah dalam memastikan kualitas produk gula kelapa kristal yang dipasarkan ke mancanegara.
"Penderes di Banyumas jumlahnya puluhan ribu. Upaya yang dilakukan Menko PM Bapak Muhaimin Iskandar sangat baik. Kita berharap laboratorium ini segera terwujud," ujar Siti Mukaromah.
Dirinya menambahkan, Banyumas memiliki keunggulan geografis serta tradisi panjang dalam memproduksi gula kelapa. Karena itu, peningkatan kesejahteraan para penderes harus menjadi prioritas melalui penguatan industri hilir dan dukungan infrastruktur pendukung.
Saat ini tercatat sekitar 30 perusahaan eksportir gula kelapa beroperasi di Banyumas. Produk gula kelapa kristal atau gula semut asal Banyumas telah menembus berbagai negara dan menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia. Kehadiran laboratorium pengujian di daerah diharapkan semakin meningkatkan daya saing produk sekaligus memperkuat posisi Banyumas sebagai sentra gula kelapa kristal terbesar di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....