Ketua Tim Manajemen Energi Unsoed Ajak Rumah Tangga Perangi 'Vampire Power'
- 17 Jun 2026 08:01 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Sektor rumah tangga saat ini tercatat sebagai konsumen listrik terbesar di Indonesia dengan menyerap lebih dari 42 persen dari total penjualan listrik nasional menurut data PT PLN (Persero). Mengingat perannya yang sangat signifikan dalam menentukan tingkat konsumsi energi nasional, upaya penghematan tidak lagi bisa hanya bertumpu pada sektor industri berskala besar.
Dalam siaran berjaringan RRI Korwil Nusantara 11 beberapa waktu lalu, Dosen sekaligus Ketua Tim Manajemen Energi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Ir. Yogi Ramadhani, S.T., M.Eng. mengungkapkan bahwa lonjakan konsumsi listrik domestik dipicu oleh pertumbuhan ekonomi dan kepemilikan alat elektronik. Namun, kondisi ini diperparah oleh kebiasaan buruk masyarakat urban yang membiarkan perangkat elektronik terus terhubung dalam mode siaga (standby).
"Fenomena ini dikenal sebagai vampire power atau phantom load, yaitu konsumsi listrik terselubung yang terus berjalan meskipun perangkat elektronik tidak sedang digunakan secara aktif. Mengubah kebiasaan sepele ini dari rumah bisa memberikan dampak efisiensi yang sangat besar bagi ketahanan energi nasional," ujar Ir. Yogi Ramadhani .
Guna menekan pengeluaran tagihan bulanan sekaligus mendukung gerakan hemat energi, Ir. Yogi membagikan lima strategi cerdas yang bisa diterapkan secara konsisten di lingkungan rumah tangga:
1. Beralih ke Lampu LED
Langkah paling mudah dan berdampak instan adalah mengganti lampu pijar lama dengan lampu Light Emitting Diode (LED). Sebagai perbandingan teknis, satu buah lampu LED berdaya 7 watt mampu menghasilkan tingkat pencahayaan yang setara dengan lampu pijar 60 watt. Peralihan ini terbukti jauh lebih efisien dalam menghemat biaya penerangan jangka panjang.
2. Putus Aliran Listrik Perangkat Non-Aktif
Masyarakat diimbau untuk membiasakan diri mencabut kabel atau pengisi daya (charger) ponsel, laptop, televisi, hingga microwave dari stop kontak jika sudah selesai digunakan. Hal ini menjadi langkah utama untuk menghentikan aliran vampire power yang menyedot daya listrik secara perlahan tanpa disadari.
3. Bijak Mengatur Suhu Pendingin Ruangan (AC)
AC merupakan salah satu komponen penyumbang biaya terbesar dalam tagihan listrik domestik. Untuk mengatasinya, atur suhu AC pada kisaran ideal, yaitu 24 hingga 26 derajat Celsius. Selain hemat daya, suhu tersebut merupakan batas nyaman bagi tubuh manusia. Pembersihan filter AC secara berkala juga wajib dilakukan agar kompresor tidak bekerja terlalu berat.
4. Cermat Memilih Label Efisiensi Energi
Saat membeli peralatan rumah tangga baru seperti kulkas atau mesin cuci, pastikan untuk memperhatikan label tingkat efisiensi energinya. Perangkat dengan teknologi hemat energi memang memiliki harga beli awal yang relatif lebih mahal, namun investasi ini jauh lebih ekonomis untuk menekan biaya operasional harian.
5. Optimalisasi Mesin Cuci dan Pompa Air
Gunakan mesin cuci sesuai kapasitas maksimalnya agar tidak perlu menyalakan perangkat berulang kali untuk porsi pakaian yang sedikit. Sementara untuk pompa air, penggunaan tandon atau toren air sangat disarankan. Keberadaan tandon membuat pompa tidak perlu otomatis menyala setiap kali keran air dibuka, sehingga lonjakan daya listrik dapat diredam.
Ir. Yogi Ramadhani menegaskan bahwa penghematan energi sudah saatnya dijadikan sebagai bagian dari gaya hidup modern yang peduli lingkungan. Langkah kecil yang dimulai dari rumah sendiri tidak hanya menyelamatkan keuangan keluarga, tetapi juga ikut berkontribusi nyata bagi masa depan energi Indonesia yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....