Kurangi Impor Susu, Kementan Tambah 600 Sapi di BBPTUHPT Baturraden
- 09 Jun 2026 10:21 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH),terus memperkuat upaya mewujudkan kemandirian pangan nasional. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mendatangkan tambahan 600 ekor sapi perah impor.
Sapi sebanyak itu akan dikembangkan di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada 2026. Sehingga akan menambah produksi susu di Banyumas ataupun secara nasional rencananya sapi ini akan mulai masuk ke kadang paling lambat November 2026.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Dr. drh. Agung Suganda, M.Si., mengatakan penambahan sapi perah tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor susu sekaligus meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat.
"Penambahan 600 ekor sapi perah impor ini adalah wujud nyata komitmen Kementan melalui Ditjen PKH. Tujuan utamanya sangat jelas, yaitu memperkuat dan meningkatkan produksi susu segar dalam negeri. Saat ini lebih dari 80 persen kebutuhan susu nasional masih dipenuhi dari impor. Kondisi ini harus dibalik secara bertahap," tegas Agung.
Menurutnya, BBPTUHPT Baturraden dipilih sebagai pusat pengembangan karena memiliki infrastruktur, sumber daya manusia, serta pengalaman yang mumpuni dalam bidang pembibitan ternak perah.
Kepala BBPTUHPT Baturraden, Dani Kusworo, menjelaskan bahwa kehadiran 600 sapi perah baru akan berdampak signifikan terhadap peningkatan produksi susu segar nasional. Produksi susu yang meningkat tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai program pemenuhan gizi masyarakat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis.
"Saat ini produksi susu di BBPTUHPT Baturraden mencapai sekitar 7.800 liter per hari yang berasal dari 520 ekor sapi laktasi. Dengan penambahan 600 ekor sapi perah, produksi harian ditargetkan meningkat hingga 18 ribu liter per hari atau sekitar 6,5 juta liter per tahun," ujar Dani dalam keterangan pers, Selasa (9/6/2026).
Lanjutnya, penambahan 600 ekor sapi perah di fasilitas BBPTUHPT Baturraden merupakan langkah awal dari komitmen berkelanjutan dari Kementan. “ Kita untuk memperkuat ekosistem peternakan nasional. Dengan bertambahnya populasi ini, kita menargetkan peningkatan pasokan bibit sapi perah berkualitas secara signifikan,” ungkap Dani.
Selain memperkuat produksi susu, BBPTUHPT Baturraden juga tengah menjalani transformasi kelembagaan menuju Badan Layanan Umum (BLU). Proses perubahan status tersebut kini telah memasuki tahap akhir.
"Transformasi menjadi BLU akan memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam pengelolaan operasional dan keuangan balai sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat semakin optimal," jelas Dani.
Ia menilai perubahan status tersebut menjadi momentum yang tepat untuk menyambut pengembangan ratusan sapi perah impor yang akan masuk ke Baturraden.
"Dengan tata kelola baru sebagai BLU, kami akan lebih lincah, profesional, dan mandiri dalam menjalankan tugas pelayanan.Kami optimistis langkah terintegrasi ini tidak hanya menghasilkan bibit sapi perah unggul bagi peternak, tetapi juga mampu meningkatkan kontribusi produksi susu nasional secara signifikan," katanya.
Lanjut Dani, seluruh proses pengadaan dan impor sapi ini diawasi oleh Kejaksaan Negeri Purwokerto. Hal ini merupakan bagian sinergi antara lembaga. Selain sebagai bagian akuntabilitas juga menekan angka impor susu, langkah ini juga diyakini mampu memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah di berbagai daerah di Indonesia.
“ Kedepannya kita telah menyusun rencana strategis untuk mereplikasikan keberhasilan Baturraden dengan membuka pusat pengembangan ternak sapi perah di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, yang dinilai memiliki potensi lahan dan lingkungan yang sangat mendukung,” tutup Dani.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....