KDKMP Dinilai Mampu Kurangi Kemiskinan dan Ciptakan Lapangan Kerja dari Desa
- 24 Mei 2026 22:04 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus membantu mengurangi kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja baru. Jika dikelola sesuai prinsip koperasi, program tersebut diyakini mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat dari tingkat desa.
Aktivis dan Pakar Koperasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Assoc. Prof. Akhmad Darmawan, Ph.D., mengatakan Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi instrumen strategis untuk mengembangkan berbagai sektor ekonomi di desa, mulai dari pertanian, perdagangan lokal, hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, keberadaan koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat yang mampu menciptakan peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan warga.
“Koperasi Desa Merah Putih berpotensi menjadi instrumen strategis untuk memperkuat berbagai sektor ekonomi desa, mulai dari pertanian, perdagangan lokal, pengembangan UMKM, hingga mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Akhmad Darmawan menilai, program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut memiliki peluang besar untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus mendorong kemandirian desa. Namun, potensi itu hanya dapat diwujudkan apabila koperasi dikelola secara profesional, transparan, dan demokratis.
Ia menjelaskan, koperasi yang sehat harus dibangun berdasarkan prinsip-prinsip dasar perkoperasian, seperti keanggotaan yang sukarela dan terbuka, pengelolaan yang demokratis, partisipasi ekonomi anggota, kemandirian, pendidikan perkoperasian, kerja sama antarkoperasi, serta kepedulian terhadap masyarakat.
Lebih lanjut, Akhmad Darmawan menegaskan bahwa keberhasilan Koperasi Desa Merah Putih tidak semata-mata ditentukan oleh dukungan pemerintah maupun besarnya modal yang tersedia. Faktor terpenting justru terletak pada keterlibatan aktif anggota dalam menjalankan aktivitas ekonomi koperasi.
“Koperasi itu bukan hanya soal administrasi atau pembentukan organisasi. Yang paling penting adalah partisipasi aktif anggotanya. Ketika anggota terlibat dalam aktivitas ekonomi koperasi, menggunakan layanan, dan ikut mengambil keputusan, maka koperasi akan tumbuh sehat dan berkelanjutan,” katanya.
Ia menjelaskan, dalam konsep koperasi terdapat prinsip dual identity, yakni anggota memiliki dua peran sekaligus sebagai pemilik (owner) dan pengguna layanan (customer). Karena itu, anggota tidak cukup hanya terdaftar sebagai anggota koperasi, tetapi juga harus aktif memanfaatkan layanan dan usaha yang dijalankan koperasi.
Menurut Akhmad Darmawan, pendekatan koperasi juga sejalan dengan semangat ekonomi Pancasila karena menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi. Dengan demikian, pembangunan ekonomi tidak hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada partisipasi masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan usaha bersama.
Ia optimistis Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi fondasi penting dalam memperkuat kedaulatan ekonomi nasional yang dimulai dari desa. Selain membantu mengurangi angka kemiskinan, koperasi juga berpotensi membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Kalau dijalankan sesuai prinsip koperasi, KDKMP bisa menjadi model pembangunan ekonomi desa yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan,” tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....