Sinergi Aksi Tuntaskan Tuberkulosis, Edukasi dan Kolaborasi Jadi Kunci

  • 27 Mar 2026 11:31 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID. Purwokerto – Upaya penanggulangan tuberkulosis (TB) membutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah hingga masyarakat. Hal ini mengemuka dalam dialog interaktif Pro 1 RRI Purwokerto bertajuk “Sinergi Aksi Tuntaskan Tuberkulosis”.

Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Sri Nurlaela, menegaskan bahwa TB masih menjadi persoalan kesehatan serius di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan langkah terpadu untuk menekan angka penularan.

“Tuberkulosis masih menjadi tantangan besar, sehingga perlu keterlibatan semua pihak, tidak hanya tenaga kesehatan tetapi juga masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu kunci utama penanggulangan TB adalah deteksi dini dan kepatuhan dalam menjalani pengobatan. Menurutnya, pasien TB harus menyelesaikan terapi hingga tuntas agar tidak terjadi resistensi obat.

“Pengobatan TB itu harus sampai selesai. Kalau tidak tuntas, bisa menimbulkan resistensi yang justru lebih sulit ditangani,” katanya.

Program Sinergi Aksi Tuntaskan TB sendiri mendorong kolaborasi berbagai pihak dalam upaya eliminasi TB di Indonesia, termasuk melalui pemberdayaan masyarakat dan penguatan peran tenaga kesehatan.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat semakin memahami bahaya tuberkulosis serta pentingnya pencegahan dan pengobatan yang tepat, sehingga target Indonesia bebas TB dapat tercapai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....