Program RAOS, Upaya Cegah Resiko Kehamilan

  • 07 Mar 2026 07:53 WIB
  •  Purwokerto

Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas terus mendorong upaya pencegahan risiko kehamilan melalui program RAOS (Resiko Aja Ora Skrining) sebagai bagian dari penguatan kesehatan keluarga dan penurunan angka kematian ibu dan bayi.

Hal tersebut disampaikan Katimker Kesehatan Keluarga Dinkes KB Kabupaten Banyumas, Atik Nofita Hidayah, S.ST., M.H., saat menjadi narasumber dalam dialog di RRI Purwokerto, Jum'at (06/03/2026).

Menurut Atik, program RAOS merupakan gerakan skrining risiko kesehatan bagi calon pengantin maupun pasangan usia subur agar potensi masalah kesehatan dapat dideteksi sejak dini.

“Melalui RAOS, kami mengajak masyarakat untuk melakukan skrining risiko kesehatan sebelum kehamilan. Dengan begitu, ibu bisa menjalani kehamilan yang lebih aman dan bayi yang dilahirkan juga lebih sehat,” kata Atik.

Ia menjelaskan, skrining tersebut meliputi pemeriksaan kondisi kesehatan calon ibu, riwayat penyakit, status gizi, hingga faktor risiko lain yang dapat memengaruhi kehamilan.

Selain itu, RAOS juga menjadi bagian dari strategi promotif dan preventif pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.

Atik menambahkan, keterlibatan masyarakat sangat penting dalam keberhasilan program ini, terutama kesadaran pasangan usia subur untuk memeriksakan kondisi kesehatannya secara berkala.

“Harapannya, melalui skrining risiko ini kita bisa mencegah komplikasi sejak awal sehingga ibu selamat, bayi juga lahir sehat,” ujarnya.

Dinas Kesehatan Banyumas juga terus menggencarkan edukasi melalui fasilitas kesehatan, kader posyandu, serta berbagai media komunikasi agar masyarakat lebih memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan sebelum dan selama kehamilan.

Program ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan layanan kesehatan keluarga dan perlindungan kesehatan ibu serta anak.

Rekomendasi Berita