Wabup Purbalingga Resmikan Koperasi Produsen BSB
- 04 Feb 2026 16:25 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga: Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, meresmikan Koperasi Produsen Bangga Senyum Bersama (BSB) di Desa Lambur, Kecamatan Mrebet, Rabu (24/2/2026). Koperasi ini dibentuk sebagai wadah kolaborasi pelaku pendidikan vokasi untuk masuk dalam ekosistem bisnis Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua Koperasi Produsen BSB, Muhammad Yasro Khambali, mengatakan mayoritas anggota koperasi merupakan kepala SMK di Kabupaten Purbalingga. Menurutnya, koperasi akan mengembangkan bisnis dengan melibatkan sumber daya manusia (SDM) SMK yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan program MBG.
“Kita punya beberapa SMK yang memiliki jurusan yang relevan dengan kebutuhan program MBG,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah SMK di Purbalingga memiliki kompetensi yang dapat mendukung pelaksanaan MBG. Di antaranya SMKN 1 Purbalingga, SMKN 1 Bojongsari, dan SMKN 1 Kaligondang dengan jurusan Tata Boga, SMKN 2 Purbalingga dengan jurusan Pengolahan Hasil Pertanian, serta SMK lain di bidang teknik untuk mendukung pemeliharaan peralatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Potensi ini kita sengkuyungkan, kita gabungkan, kita kolaborasi dengan pemerintah daerah agar perekonomian di Kabupaten Purbalingga bisa maju,” katanya.
Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, menyampaikan bahwa koperasi ini nantinya akan berafiliasi dan berkolaborasi dengan SPPG atau Dapur MBG yang ada di Purbalingga.
“Saya melihat bapak ketua dan anggota-anggotanya cepat tanggap melihat peluang yang ada. Bahwasanya program prioritas bapak presiden terkait Makan Bergizi Gratis ini membawa efek domino untuk meningkatkan kesejahteraan pengusaha lokal,” ujarnya.
Ia menegaskan, jika potensi program MBG dimanfaatkan oleh pengusaha lokal, maka manfaat dan keuntungan yang dihasilkan akan berputar di daerah dan membentuk siklus perekonomian yang sehat di Kabupaten Purbalingga.
“Kalau kita hitung, anggaran program MBG di Purbalingga setahun bisa lebih dari Rp1 triliun. Bayangkan satu porsi Rp10 ribu, setiap dapur memproduksi sekitar 2.500 sampai 3.000 porsi, sementara dapur MBG yang eksisting sekarang sudah 90 dapur,” katanya.
Menurutnya, peluang usaha MBG tidak hanya terbuka di sektor bahan pangan, tetapi juga di bidang teknis seperti pemeliharaan alat produksi dan distribusi. Ia berharap seluruh anggota koperasi dapat berperan aktif tanpa adanya monopoli maupun ego sektoral.
“Dengan kerukunan, kolaborasi, dan kerja sama yang baik, Insya Allah kesejahteraan bersama akan mudah direalisasikan,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Dimas juga mengunjungi SMKN 1 Bojongsari. Ia meninjau langsung tempat praktik tata boga, termasuk memastikan kemampuan produksi serta standar higienitas yang dimiliki sekolah tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....