Mentan Dorong Kolaborasi BUMN dan Peternak Kecil
- 10 Nov 2025 16:07 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas : Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan pentingnya membangun ekosistem peternakan nasional yang kokoh dan berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan peternak kecil. Salah satu langkah strategis yang tengah digalakkan adalah pembangunan sistem pembibitan dan pakan nasional yang dikawal oleh BUMN dengan dukungan investasi mencapai Rp20 triliun.
Amran menegaskan, penguatan sektor pembibitan oleh BUMN bukan untuk mengambil alih peran peternak rakyat, melainkan memastikan ketersediaan bibit unggul dan pakan yang terjamin bagi peternak kecil di seluruh Indonesia.
“Pembibitan harus di-back up oleh BUMN agar peternak kecil tidak kesulitan bibit dan pakan. Tapi budidaya tetap dilakukan oleh peternak rakyat. Inilah ekosistem yang sehat, saling menopang,” ujar Mentan Amran di Jakarta usai upacara Hari Pahlawan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Senin (10/11/2025).
Amran menjelaskan, strategi ini akan memperkuat rantai nilai dari hulu ke hilir. Dengan pembibitan nasional yang kuat di bawah BUMN, kualitas genetik ternak dapat ditingkatkan, produktivitas meningkat, dan risiko kekurangan pasokan bisa ditekan. Sementara itu, peternak kecil tetap menjadi tulang punggung budidaya yang memastikan pemerataan ekonomi di pedesaan.
“Kita ingin agar peternak kecil tidak hanya bertahan, tapi naik kelas. Pemerintah hadir untuk membangun ekosistem, bukan menggantikan peran mereka,” tambahnya dalam keterangan pers yang diterima oleh RRI Purwokerto.
Menurut Amran, investasi sebesar Rp20 triliun akan difokuskan untuk memperkuat rantai pasok pembibitan, pemeliharaan, serta industri pakan lokal. Dana tersebut digunakan untuk membangun pusat pembibitan modern, laboratorium genetik, dan fasilitas distribusi bibit serta pakan yang terintegrasi dengan sistem logistik nasional.
Langkah ini, kata Amran, merupakan bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan kemandirian protein hewani berbasis pulau. Dengan sistem yang terintegrasi, Indonesia diharapkan tidak lagi bergantung pada impor bibit unggul atau bakalan dari luar negeri.
“Kalau bibit dan pakan kita kuat, peternakan nasional pasti mandiri. Kuncinya ada pada kolaborasi antara negara, BUMN, dan rakyat,” tegasnya.
Amran juga menegaskan agar peternak kecil tidak perlu khawatir terhadap perubahan kebijakan yang tengah dijalankan pemerintah. Seluruh kebijakan tersebut, katanya, justru dirancang untuk memperkuat posisi peternak rakyat sebagai pelaku utama di lapangan.
“Peternak rakyat jangan khawatir. Justru sekarang saatnya peternak rakyat bangkit. Pemerintah hadir untuk memastikan mereka tidak sendirian. Kita siapkan dukungan bibit, pakan, teknologi, bahkan akses pembiayaan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pemerintah berkomitmen agar proses budidaya tetap di tangan rakyat, sementara BUMN berperan sebagai penyangga strategis untuk menjamin keberlanjutan pasokan dan kestabilan harga di pasar. Kolaborasi ini, menurutnya, akan menciptakan model ekonomi baru yang berpihak pada peternak sekaligus meningkatkan daya saing sektor peternakan nasional.
“Kita bangun ekosistem, bukan sekadar proyek. Tujuan akhirnya adalah kemandirian, dan itu hanya bisa dicapai kalau peternak kecil ikut tumbuh bersama,” imbuh Amran.
Selain meningkatkan produktivitas, program ini juga diproyeksikan membuka lapangan kerja baru di sektor logistik, pakan, transportasi, dan pengolahan hasil peternakan.“Peternakan itu bukan hanya soal ternak, tapi soal martabat ekonomi rakyat. Saat peternak rakyat bangkit, maka ketahanan pangan nasional ikut kuat,” pungkasnya.( Ris)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....