Program Balik Rantau Gratis Bantu Pekerja Informal, Tekan Risiko Kecelakaan
- 28 Mar 2026 22:32 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar program balik rantau gratis untuk membantu pekerja informal kembali ke perantauan dengan aman dan tanpa biaya tinggi. Program ini juga menjadi upaya menekan risiko kecelakaan lalu lintas pada arus balik Lebaran.
Kegiatan Balik Rantau Gratis 2026 diikuti secara virtual melalui Zoom dari Terminal Bulupitu Banyumas, Sabtu (28/3/2026). Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono hadir bersama tamu undangan dalam kegiatan yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Arif Djatmiko, mengatakan program ini menyediakan kuota bagi 4.181 peserta dengan dukungan 84 armada bus. Rinciannya, 76 bus menuju Jakarta dan delapan bus menuju Bandung.
Ia menjelaskan, program ini ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya pekerja informal seperti asisten rumah tangga, buruh, dan pedagang kecil, agar dapat kembali ke perantauan dengan lebih aman.
“Program ini bertujuan menurunkan risiko kecelakaan di jalan, serta memberikan kemudahan bagi masyarakat pekerja informal agar bisa kembali ke perantauan dengan aman, nyaman, dan tanpa beban biaya tinggi,” ujarnya.
Keberangkatan bus dilakukan dari sejumlah titik di Jawa Tengah, antara lain Asrama Haji Donohudan, Terminal Mangkang Semarang, dan Terminal Bulupitu Purwokerto.
Dari Banyumas, tercatat sebanyak 21 bus dengan total 1.040 penumpang diberangkatkan. Peserta tidak hanya berasal dari Banyumas, tetapi juga dari wilayah sekitar seperti Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, dan Cilacap.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan, program ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai pihak, termasuk dukungan sektor swasta.
Khusus Banyumas, enam bus disiapkan yang terdiri dari dua armada milik pemerintah daerah serta dukungan CSR dari PDAM, Bank Jateng, dan Baznas.
“Fasilitas gratis ini meringankan beban masyarakat, sekaligus membantu mengurangi kepadatan lalu lintas saat arus balik,” kata Sadewo.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, pemerintah berencana melakukan evaluasi untuk kemungkinan penambahan kuota dan armada pada pelaksanaan program serupa di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....