PGWI Siapkan Wisata Sepeda dan Mancing Delta Kapuas

  • 30 Jul 2025 20:43 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Upaya memperkenalkan potensi ekowisata Sungai Kapuas terus dilakukan oleh Perkumpulan Geowisata Indonesia (PGWI). Melalui kegiatan Geotalk "Menyusur Jejak Geologi Sungai Terpanjang di Indonesia – Geowisata Delta Sungai Kapuas". PGWI menggagas pengembangan rute wisata baru berbasis aktivitas masyarakat, yaitu wisata sepeda dan memancing di kawasan Kampung Sungai Jawi Luar, Kota Pontianak.

Konsep ini sengaja dipilih karena dekat dengan kebiasaan masyarakat setempat dan dinilai mampu membangun kedekatan emosional serta partisipasi aktif warga dalam menjaga lingkungan sungai.

“Kami akan launching rute wisata di Kampung Sungai Jawi Luar dengan wisata sepeda dan mancing. Dua kegiatan ini sangat dekat dengan masyarakat Pontianak. Kalau mereka kita ajak dengan cara seperti ini, mereka akan lebih tergerak dan bahkan bisa mengajak yang lain juga," katanya.

Selain menawarkan keindahan alami Sungai Kapuas, kegiatan ini juga menjadi sarana edukatif untuk memperkenalkan nilai-nilai geologi dan sejarah delta Kapuas kepada generasi muda. PGWI melibatkan pecinta alam, komunitas lingkungan, serta pemuda dari berbagai latar belakang untuk mengikuti diskusi dan pelatihan lanjutan.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Kalimantan Barat, yang menekankan pentingnya pemahaman geologi sebagai dasar pengembangan kawasan wisata edukatif.

“Kami menyampaikan dari sisi geologi, bagaimana bentuk delta Kapuas itu sendiri. Morfologi delta ini cukup menarik, dan bisa dikembangkan sebagai objek wisata berbasis ilmu pengetahuan," ucapnya.

IAGI menyebutkan Kalimantan Barat memiliki potensi besar dalam pengembangan geowisata, tak hanya Sungai Kapuas, tetapi juga wilayah lain seperti Bukit Kelam dan Temajuk di Sambas, yang telah lama dikenal sebagai destinasi geologi unggulan.

Tak berhenti pada seminar, PGWI berencana menggelar pelatihan lanjutan guna memperdalam pemahaman peserta terkait pengelolaan wisata sungai yang berkelanjutan dan inklusif.

“Setelah ini kita akan membuat pelatihan-pelatihan di bulan berikutnya. Kita ingin bekali masyarakat, khususnya pemuda, agar tidak hanya jadi penonton, tapi pelaku wisata berbasis sungai yang sadar lingkungan," ujarnya.

Geotalk ini diharapkan menjadi tonggak awal kolaborasi antarsektor dalam menciptakan wisata sungai yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga sarat akan nilai edukatif, ekonomi, dan pelestarian alam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....