Aneka Cemilan Riska, UMKM Baru Curi Perhatian

  • 13 Des 2025 20:03 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Dunia usaha mikro di Kalimantan Barat kembali menghadirkan warna baru lewat hadirnya Usaha “Aneka Cemilan”, sebuah usaha jajanan kaki lima yang baru berjalan sekitar dua bulan di kawasan Jalan Alianyang, Pontianak. Meski tergolong baru, usaha ini mulai mencuri perhatian pecinta jajanan sore dengan menu sederhana namun akrab di lidah masyarakat.

Dipandu Host Meiti, di Acara Bejaja’ RRI Pro 4 Pontianak, Sabtu (13/12/2025), Pemilik Aneka Cemilan, Riska Lestari, menuturkan usaha ini dirintis bersama pasangannya, Sohib, berangkat dari keinginan mandiri tanpa harus terus merantau. Inspirasi berjualan muncul setelah melihat kerabat yang lebih dulu sukses di bidang serupa.

“Berdirinya kurang lebih dua bulan yang lalu. Alasannya karena lihat contoh keluarga yang jualan juga, akhirnya kami ingin mencoba,” ujar Rizka.

Aneka Cemilan yang dimilikinya menawarkan empat menu utama, yakni batagor, cilok, cimol, dan telur gulung. Dari keempat menu tersebut, batagor menjadi yang paling diminati pembeli. Sohib mengungkapkan batagor dibuat dengan bumbu kacang khas dan campuran ikan pada adonannya.

“Yang paling best seller itu batagor, orang paling banyak cari batagor,” kata Sohib.

Untuk menu cimol, proses pembuatannya disebut cukup menantang karena adonan harus benar-benar kenyal dan berisiko meletup saat digoreng. “Cimol itu paling susah, ngadonnya lama sampai betul-betul kenyal. Salah goreng bisa meledak,” ucapnya. Meski begitu, cimol dengan bumbu balado dan barbeque tetap menjadi favorit pelanggan.

Dengan berjualan setiap hari mulai pukul 12.00 hingga 22.00 WIB di depan Klinik Pratama Alianyang, dekat kawasan MTS 1 Pontianak. Rizka mengakui cuaca menjadi salah satu tantangan, namun tidak menyurutkan semangat.

“Kalau hujan saya tidak ingin mengeluh, justru kadang orang makin cari jajanan hangat,” tuturnya.

Dalam perjalanan usahanya, Riska dan Sohib merasakan pasang surut penjualan. Ada hari dagangan cepat habis, namun ada pula hari dengan hasil yang sangat minim.

“Pernah pulang jam sepuluh malam dapatnya cuma lima ribu rupiah, tapi itu tidak bikin kami berhenti,” kata Riska mengenang pengalaman pahit awal berjualan.

Ke depan, usaha yang digelutinya ini berencana menambah menu seperti siomai dan memperluas layanan penjualan secara daring. Harga jajanan dibanderol ramah di kantong, mulai dari Rp5.000, sehingga diharapkan bisa menjangkau semua kalangan sekaligus mendukung geliat UMKM lokal di Pontianak.

Baca juga: Kerupuk Ikan Pelia Bangkitkan UMKM Kuliner Kalbar

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....