Selamat Datang Sahabat Baik Kami

  • 12 Sep 2026 20:39 WIB
  •  Pontianak

Yōkoso, shin'ainaru yūjin yo. Selamat datang, sahabat baik kami ...

Sore tadi saya dapat kiriman dari Bapak Ir H Edi Rusdi Kamtono MM MT Walikota Pontianak berupa video kehadiran relawan bantuan pemerintah Jepang untuk turut menanggulangi masalah karhutla yang melanda saat ini.

Benar, antusias masyarakat menyambut kedatangan perwira-perwira muda dari negeri matahari terbit itu begitu kental. Ada yang menyebutkan sebagai kehadiran Mr Naruto.

Sejenak saya menerawang. Mungkin, begitulah sambutan masyarakat di daerah ini sekitar 85 tahun silam tatkala para perwira muda bertopi boshi mendarat di sini.

Dan terkenang pula dengan peristiwa Kapal Terbang Sembilan yang melingkupi Pontianak pada suatu Jumat, 19 Desember 1941 pukul sepuluh siang.

Elu-eluan dan sorak sorai membahana menyambut hadirnya anak-anak muda yang oleh generasi kakek-nenek di sini dinamakan "tentara katai". Dan yang tak lekang dalam ingatan, kedatangan mereka disuguhi air kelapa muda. Itu di tahun 1941.

Kini, untuk jasa baik menuntaskan masalah karhutla, anak-anak muda "Jepon" ini pun doyan air kelapa. Tak pelak, masyarakat pun menyuguhkan minuman ini untuk mereka.

Saya pun iseng share kembali video dari Pak Walikota Pontianak tadi kepada sahabat baik saya, Prof Kanzawa di Tokyo. Mungkin tak kurang dari setengah jam setelah dia membuka kiriman video ini, Kanzawa-san pun terkekeh tertawa dan menuliskan di WA saya, "... sungguh bahagia bisa bersama untuk selama kita dalam keadaan cuaca alam yang sedang tidak baik".

Saya pun balas dan mengatakan, arigato Kanzawa-san. Dia pun membalas, haik, tulisnya yang berarti secara umum terima kasih kembali.

Melihat postur dan gerak-gerik lincah mereka itu, saya menerawang membayangkan, mungkin serupa itulah Murakawa, Honda, Yamamoto dulu, yang legendaris di Pontianak.

Namun dulu, kedatangan mereka tidak disambut dengan seremoni. Maklum sekali itu dulu di zaman perang, saat asap mesiu membumbung mengangkasa. Soal kini, adanya sambutan seremonial katakanlah sebagai ucapan selamat datang untuk suatu missi kemanusiaan, di tengah membumbungnya kabut asap.

Dan saat di meja makan malam ini, saya tak sengaja terpandang ada penyedap rasa terkemas baik, ajino-moto. Saya pikir, seremoni tadi adalah juga "penyedap rasa" untuk keakraban dengan mereka yang membawa "oto sungkup" berlogo matahari bulat penuh.

Shico Edi Kamtono, doga o ookuri itadaki arigato gozaimasu. Terima kasih Pak Walikota Edi Kamtono kiriman videonya. Kanzawa-san, kochira no sutōrī o kokoroyoku goran itadaki, arigatōgozaimasu. Terima kasih Prof Kanzawa sudah dengan senang hati melihat cerita kami di sini.

Semoga semangat bushido, jiwa samurai dan prinsip batang bambu orang-orang baik dari Negeri Matahari Terbit ini turut melekaskan supaya "musim kabut asap" segera berlalu. Dan semoga pula orang-orang Jepon tak salah paham, seakan di Kalimantan Barat ada tiga musim: musim hujan, musim kemarau dan ... musim karhutla.

Yorokon de. Yōkoso okoshi kudasaimashita. Wazawai ga ikkokumohayaku sugisarimasu yō ni……

(Syafaruddin Daeng Usman, peminat kajian sejarah dan budaya di Pontianak Kalimantan Barat)

Baca juga: Bantu Padamkan Karhutla, Kapal Militer Jepang Bawa Tiga Helikopter Tiba di Kalbar

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....