Makna Lagu “Abadi” Perunggu: Tentang Pulang dan Lelah Bekerja

  • 28 Jul 2026 11:25 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Pernah merasa lelah menjalani rutinitas, tetapi tetap harus berangkat lagi pada Senin pagi? Lagu “Abadi” dari Perunggu mungkin terasa seperti suara dari pengalaman tersebut. Di balik liriknya, tersimpan cerita tentang perjalanan, kerinduan pada rumah, hubungan yang berubah, hingga mimpi sederhana untuk menjalani kehidupan yang lebih berkecukupan.

“Abadi” menghadirkan kisah yang dekat dengan keseharian manusia dewasa. Tentang seseorang yang harus terus berjalan mengikuti tuntutan kehidupan, sementara di dalam dirinya masih tersimpan keinginan untuk berhenti sejenak dan menemukan kembali rasa nyaman yang mungkin selama ini dicari. Lagu ini tidak menyampaikan cerita secara gamblang. Perunggu menggunakan sejumlah gambaran dan metafora untuk membawa pendengar masuk ke dalam ruang emosional tokohnya. Ada kegelisahan, kenangan, perjalanan, pekerjaan, hingga sebuah tempat yang terasa seperti rumah.

Kegelisahan di Tengah Kesunyian

Bagian awal lagu “Abadi” terasa seperti gambaran seseorang yang sedang menghadapi kegelisahan. Kesunyian bukan lagi menjadi kondisi yang menenangkan, tetapi justru menjadi ruang bagi berbagai pikiran untuk muncul. Ada pula gambaran tentang janji yang tidak lagi memiliki daya seperti sebelumnya.

Hal ini dapat dimaknai sebagai perubahan dalam sebuah hubungan atau perjalanan hidup. Sesuatu yang dahulu begitu diyakini, seiring waktu bisa mengalami pergeseran makna.

Namun, perubahan tidak selalu berarti hilangnya kenangan. Jejak seseorang masih dapat tinggal melalui hal-hal kecil. Dalam lagu ini, kenangan tersebut terasa begitu dekat dan personal, seolah masa lalu masih menempel dalam kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan mengenai hari esok kemudian menjadi simbol ketidakpastian. Ketika sebuah fase kehidupan berakhir atau berubah, seseorang sering kali tidak langsung mengetahui apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Bandung sebagai Simbol Rumah

Salah satu bagian yang menarik untuk dibedah dari lagu “Abadi” adalah kehadiran Bandung. Dalam lagu ini, Bandung dapat dimaknai lebih dari sekadar nama sebuah kota. Bandung terasa seperti simbol rumah, tempat berlindung, sekaligus ruang yang menyimpan kenangan.

Ada paradoks menarik antara dingin dan hangat. Secara geografis, Bandung dikenal dengan udara yang sejuk. Namun dalam konteks lagu, kesejukan tersebut justru menghadirkan rasa hangat secara emosional. Hal ini menunjukkan bahwa rasa nyaman tidak selalu ditentukan oleh kondisi sebuah tempat. Sebuah kota dapat menjadi rumah karena di sanalah seseorang menemukan kenangan, orang-orang yang berarti, atau perasaan bahwa dirinya diterima. Bandung akhirnya menjadi representasi dari sesuatu yang dirindukan ketika seseorang sedang berada jauh dari tempat asalnya.

Mimpi Hidup Berkecukupan

Makna lagu “Abadi” semakin terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari ketika memasuki bagian yang menggambarkan mimpi tentang kehidupan berkecukupan. Mimpi tersebut bukan tentang kemewahan atau kesuksesan yang berlebihan. Justru sebaliknya, ada keinginan untuk memiliki kehidupan yang cukup tanpa harus terus-menerus bekerja hingga kehilangan waktu untuk menikmati hidup. Di sinilah lagu “Abadi” terasa relevan dengan kehidupan pekerja urban.

Rutinitas perjalanan menuju Gambir dan kembali menghadapi Senin pagi dapat dibaca sebagai gambaran siklus kehidupan yang terus berulang. Pergi bekerja, menjalani aktivitas, pulang, lalu kembali mengulang rutinitas yang sama. Siklus tersebut menjadi simbol kehidupan yang mungkin terlihat biasa, tetapi diam-diam melelahkan.

Di balik semua itu, ada harapan sederhana: memiliki kehidupan yang lebih seimbang. Bukan berarti seseorang tidak ingin bekerja atau mengejar cita-cita. Namun, ada keinginan untuk tidak selamanya hidup dalam kejaran waktu dan tuntutan pekerjaan.

Perjalanan yang Sebenarnya Adalah Perjalanan Pulang

Jika diperhatikan lebih dalam, “Abadi” memiliki gambaran perjalanan yang kuat. Ada kota yang ditinggalkan. Ada perjalanan menuju tempat kerja. Ada Senin pagi yang harus dihadapi. Semua itu menciptakan gambaran tentang seseorang yang terus bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya. Namun, perjalanan tersebut dapat dimaknai sebagai perjalanan emosional.

Seseorang bisa saja pergi jauh demi pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik. Tetapi semakin jauh ia pergi, semakin kuat pula kerinduan untuk kembali. Karena itu, “pulang” dalam lagu ini tidak harus dimaknai secara harfiah. Pulang bisa berarti kembali kepada seseorang yang dicintai. Pulang bisa berarti kembali ke rumah. Atau, bisa juga berarti kembali kepada diri sendiri setelah terlalu lama sibuk memenuhi tuntutan kehidupan.

Lalu, Apa yang Dimaksud dengan “Abadi”?

Pengulangan kata “abadi” pada bagian akhir lagu menjadi salah satu elemen yang membuka banyak kemungkinan interpretasi.

Apa yang sebenarnya ingin dibuat abadi?

Apakah sebuah hubungan?

Sebuah kenangan?

Sebuah rumah?

Atau sebuah harapan?

Tidak ada jawaban tunggal untuk pertanyaan tersebut. Justru di situlah kekuatan lagu ini.

“Abadi” dapat dimaknai sebagai sesuatu yang tetap tinggal meskipun kehidupan terus berubah. Seseorang mungkin berpindah kota. Hubungan mungkin mengalami perubahan. Pekerjaan bisa berganti. Rutinitas pun suatu saat akan berakhir.

Namun, selalu ada sesuatu yang ingin dipertahankan. Sesuatu yang membuat seseorang merasa bahwa semua perjalanan yang melelahkan memiliki tujuan.

Potret Keresahan Manusia Dewasa

Melalui “Abadi”, Perunggu menghadirkan potret tentang keresahan manusia dewasa yang sangat dekat dengan realitas. Ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Ada perjalanan yang harus ditempuh. Ada hubungan yang harus dipertahankan atau mungkin direlakan. Ada pula masa depan yang belum memiliki kepastian.

Namun, di balik semua itu, manusia tetap memiliki satu kebutuhan yang sederhana: merasa cukup dan memiliki tempat untuk pulang. Itulah yang membuat “Abadi” terasa personal sekaligus universal. Pendengar mungkin memiliki cerita yang berbeda, tetapi dapat menemukan perasaan yang sama di dalamnya.

Perasaan lelah setelah menjalani rutinitas.

Perasaan rindu ketika jauh dari rumah.

Perasaan ingin berhenti sejenak dari kesibukan.

Dan harapan bahwa suatu hari nanti kehidupan bisa berjalan dengan lebih tenang.

Pada akhirnya, “Abadi” bukan hanya lagu tentang perjalanan dari satu kota ke kota lain. Lagu ini adalah refleksi tentang perjalanan hidup manusia dalam mencari keseimbangan antara pekerjaan, cinta, rumah, dan harapan.

Sebab, ketika dunia terus memaksa kita untuk bergerak, mungkin ada satu hal yang selalu ingin kita pertahankan: sebuah tempat, seseorang, atau sebuah perasaan yang membuat kita tahu ke mana harus pulang. Mungkin, itulah yang ingin dibuat abadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....