Rezeki Bukan Hanya Materi, Tetapi Juga Ketenangan Hati
- 28 Jun 2026 21:15 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID,Pontianak - Komunitas Hijrahku dalam media sosial mengkaji soal Rezeki bukan soal materi saja, sering kali dipahami sebagai uang, harta, atau kekayaan yang terlihat oleh mata. Padahal dalam Islam, rezeki memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar materi.
Ada orang yang hartanya melimpah, tetapi hidupnya penuh kegelisahan dan kekhawatiran. Sebaliknya, ada yang sederhana namun hatinya tenang, sehingga mampu menikmati setiap nikmat yang Allah berikan.
Ketenangan hati adalah salah satu rezeki terbesar yang tidak bisa dibeli dengan uang. Saat hati tenang, seseorang lebih mudah bersyukur, bersabar, dan menerima takdir dengan lapang dada.
Rezeki juga berupa kemampuan untuk tidak mudah tersinggung oleh ucapan atau sikap orang lain. Orang yang memiliki hati yang kuat tidak akan mudah marah hanya karena perkataan yang kurang menyenangkan.
| Baca juga: Amalan Sedekah yang Membawa Keberkahan |
Ketika seseorang mampu menahan emosi dan memaafkan kesalahan orang lain, itu adalah karunia dari Allah. Kemampuan tersebut menjaga persaudaraan, menghindarkan permusuhan, dan mendatangkan ketenteraman hidup.
Tidak semua orang diberi kemudahan untuk mengendalikan perasaan dan menjaga lisannya. Karena itu, jika Allah memberikan kelembutan hati dan kesabaran, maka itulah rezeki yang patut disyukuri.
Marilah kita memohon kepada Allah bukan hanya rezeki berupa harta yang halal dan berkah. Tetapi juga rezeki berupa hati yang tenang, jiwa yang sabar, serta kemampuan untuk berbaik sangka kepada sesama.
Jangan menilai besarnya rezeki hanya dari banyaknya harta yang dimiliki. Rezeki yang paling berharga adalah hati yang tenang, jiwa yang sabar, dan kemampuan untuk tetap berbuat baik meskipun menghadapi sikap yang kurang menyenangkan dari orang lain. Dengan mensyukuri rezeki lahir dan batin, hidup akan terasa lebih damai dan penuh keberkahan. Wallahu'alam Bishawab.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....