Dua Malam Tiga Hari di Negeri Holland
- 05 Mei 2026 10:34 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Dalam suatu kesempatan saya dan istri berkunjung ke Eropa Barat untuk waktu yang singkat. Dalam perjalanan kurang lebih dua minggu itu kami mendatangi delapan negara di Eropa. Kebetulan saat ini sedang musim semi, pergantian musim yang lazim di Eropa.
Dari beberapa negara yang kami singgahi ini, antara lain Belanda, Francis, Jerman, saya cukup terkesan saat berada di Negeri Kincir Angin, Netherlands. Tentu terkesan pula dengan tempat lainnya.
Selama di Negeri Holland Belanda, kami menyinggahi dan menginap beberapa malam di Amsterdam dan Leiden. Di sana kami mengunjungi Tropenmuseum, yang layak disebut Museum Indonesia di Negeri Belanda.
| Baca juga: Berbekallah untuk kehidupan yang Abadi |
Dalam suatu perjalanan di Belanda, kami berdua sempat mampir di Roterdam. Di sini saya sempat melirik adanya Batavia Old, tempat ini yang menginspirasi Jan Pieterzoon Coen mendirikan sebuah kota dengan nama Batavia, kawasan Kota Tua di Jakarta sekarang.

Di Leiden dan Amsterdam saya melepas kangen dengan sahabat-sahabat kami yang bermukim di sini. Hans, Adelide, Johan, Louise, Frank, Gerry dan Marry, sahabat saya sejak lama. Hingga hari ini kami bersahabat, kami terbilang sebagai orang-orang yang gandrung sejarah dan masa silam.
Frank yang bertubuh jangkung, satu di antara sahabat saya, orangnya sangat detil dan serius. Sangat oper dosis membaca buku, dan kacamatanya makin tebal.
Sementara Marry, sangat ramah dan baik hati. Dia menyiapkan oleh-oleh untuk kami bawa pulang ke Indonesia. Dari mereka semua, sembari menikmati indahnya bunga tulip yang sedang mekar dan menghangatkan badan dengan cokelat hangat, saya dapatkan banyak cerita. Tentu saja tak sedikit buku pun saya peroleh.
Meninggalkan Negeri Kincir Angin, sembari baca buku diperjalanan menuju Swiss, rampung satu buku. Hampir dua jam perjalanan saya menamatkan bacaan tentang Erasmus. Sangat menarik untuk dibaca dan diceritakan ...
Selama di Amsterdam saya tidak buang kesempatan untuk menikmati keindahan kota dunia ini. Melihat dari dekat kincir angin, tempat pengolahan susu sapi dan pembuatan keju, hingga menyaksikan langsung pengolahan berlian, Berlian Eropa, yang bernilai tinggi di pasaran dunia.
Senja hari duduk di pinggir kanal sungai yang sangat ramai. Tempatnya tertata baik dan dipenuhi dengan tanaman bunga. Tak sedikit orang bersepeda berkeliling penjuru kota yang ramai dan ramah turis ini.
Dalam perjalanan ke luar dari Belanda, sejauh perjalanan menuju Swiss yang eksotik, saya lihat di kiri dan kanan jalan penataan kota yang apik, bebas dari sampah, rapi dan aman. (***)
Penulis: Syafaruddin DaEng Usman
Baca juga: Budaya Rijsttafel, Rasa Menyatukan Bangsa
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....