Gambus Menjadi Warisan Budaya Bernilai Tinggi

  • 18 Apr 2026 11:01 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Musik gambus berakar dari kawasan Timur Tengah dengan pengaruh kuat budaya Arab yang berkembang sejak berabad-abad lalu. Alat utamanya, oud, menjadi simbol awal lahirnya warna khas musik petikan yang lembut dan mendayu.

Oud dikenal luas di dunia Arab dan sering dikaitkan dengan tokoh legendaris Ziryab yang menyebarkan gaya musik ini ke berbagai wilayah. Dari sana, teknik bermain dan estetika musikalnya berkembang menjadi identitas penting dalam tradisi Timur Tengah.

Seiring perjalanan waktu, musik ini menyebar melalui jalur perdagangan dan dakwah Islam ke Asia Tenggara. Pedagang Arab membawa gambus ke wilayah Nusantara, lalu berakulturasi dengan budaya lokal yang kaya.

Di Indonesia, gambus berkembang pesat terutama di daerah pesisir seperti Sumatra dan Kalimantan. Instrumen oud pun mengalami adaptasi bentuk dan cara bermain agar sesuai dengan selera musik masyarakat setempat.

Musik gambus tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana dakwah dan penyebaran nilai-nilai religius. Liriknya sering berisi pujian, nasihat, dan kisah spiritual yang mudah diterima oleh masyarakat luas.

Dalam perkembangannya, gambus melahirkan genre turunan seperti kasidah modern dan orkes gambus. Hal ini menunjukkan fleksibilitas musik tradisional dalam beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan akar budaya.

Kini, gambus tetap menjadi warisan budaya yang bernilai tinggi dan terus dilestarikan oleh generasi muda. Perpaduan antara alat oud dan nuansa lokal menjadikannya unik serta penuh makna sejarah.

Baca juga: Rumah Betang di Melawi Hangus Terbakar

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....