Dampak Kurang Tidur akibat Begadang
- 29 Mar 2026 21:35 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Begadang atau kebiasaan tidur larut malam sering dianggap sepele, terutama oleh remaja dan orang dewasa yang memiliki banyak aktivitas. Padahal, kurang tidur dapat memberikan dampak serius bagi kesehatan fisik maupun mental jika terjadi secara terus-menerus.
Salah satu dampak utama adalah menurunnya konsentrasi dan daya ingat. Kurang tidur membuat otak tidak dapat berfungsi secara optimal, sehingga seseorang menjadi mudah lupa, sulit fokus, dan kurang produktif dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Selain itu, begadang juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Tubuh yang tidak mendapatkan istirahat cukup akan lebih rentan terserang penyakit seperti flu, demam, dan infeksi lainnya. Dalam jangka panjang, kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan gangguan jantung.
Dampak lainnya adalah gangguan emosional dan kesehatan mental. Kurang tidur dapat menyebabkan mudah marah, stres, cemas, bahkan meningkatkan risiko depresi. Hal ini terjadi karena kurang tidur memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh.
| Baca juga: Mitos atau Fakta Nasi Basi karena Sihir |
Tidak hanya itu, begadang juga berdampak pada penampilan fisik. Kulit bisa terlihat kusam, muncul lingkaran hitam di bawah mata, serta mempercepat tanda-tanda penuaan dini.
Oleh karena itu, penting untuk menjaga pola tidur yang teratur dengan durasi yang cukup, yaitu sekitar 7–9 jam per malam bagi orang dewasa. Dengan tidur yang cukup, tubuh dapat beristirahat dan memperbaiki fungsi organ secara optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....