Sosok Bang Din Turut Menjaga Gerbang Budaya Bangsa

  • 08 Jan 2026 16:28 WIB
  •  Pontianak

Sedikitnya ada sepuluh ribu buku. Semuanya koleksi pribadi. Tertata rapi dan terpelihara dengan baik. Susunan letak dikelompokkan sesuai tema. Sebagian besar sejarah, budaya dan filsafat. Dan berbagai tema bacaan lainnya. Tak sedikit biografi para tokoh.

Begitulah pemandangan di perpustakaan pribadi Syafaruddin DaEng Usman. Mulai mengoleksi buku sedari tahu 1980-an. Saat itu masih pelajar sekolah dasar.

Semua koleksi terjaga keutuhan dan kondisinya. Nyaris ribuan buku itu terkesan baru. Namun siapa menyangka, ada koleksi usianya tak kurang lima puluhan tahun.

Rapi, bersih, tertata dan terjaga. Itulah kesan lain untuk koleksi pribadinya. Syafaruddin atau Bang Din, juga penulis. Paling tidak ada tiga puluhan buku karyanya yang sudah terbit. Penghujung tahun lalu, empat judul buku diterbitkan.

Bang Din sangat telaten dengan koleksi pustakanya. Selain buku, juga tersimpan ratusan dokumen dan arsip tempo doeloe. Termasuk foto dan peta hingga prangko dan uang lama.

Dia menjaga koleksinya tak ubah merawat diri sendiri. Sangat terperhatikan, bahkan dijaga sepenuh hati. Dengan segala keterbatasan yang dimiliki, fasilitasi minim dan terkadang berurusan dengan banjir serta titsan air hujan dari atap rumah yang bocor.

Meski begitu, Bang Din merasa bersyukur. Tidak terbayangkan sebelumnya, dia belakangan tenggelam dengan padat dan penuhnya koleksi buku di ruangannya yang sempit.

Bang Din menyebut, suatu masa kelak mungkin khazanahnya ini akan dia hibahkan. Tentu kepada pihak atay lembaga yang tepat. Dia tak ingin tak ada grnerasinya yang hirau arau kurang peduli melestarikan koleksinya ini.

Menurutnya, manusia ada batasan waktunya. Di saat terhentinya kemauan berbuat banyak itu, tentu apa yang dijaga dab pelihara, memerlukan ada yang melanjutkan. Karena itu, dia ingin ada mitra kerja yang berkenan mengimbangi talentanya.

Tak jarang, pustaka pribadinya didatangi akademisi yang bermaksud membuat kajian dan mencaru referensi. Termasuk dari luar negeri. Kesemua pengunjung disambut dan dia layani dengan tulus.

Adalah benar mungkin. Bang Din adalah pribadi pemilik koleksi buku yang jumlahnya paling sedikit sepiluh ribu buku. Belum lagi koleksi lukisan, barang kuno dan antik, serta sederet koleksi langka lain memenuhi galeri kecilnya.

Di usia lewat setengah abad, Bang Din terap tekun membaca. Keseharian tak lepad dari bacaan. Dilanjutkan menulis. Dua rutinitas ini kerap dilakoninya hingga waktu larut malam. Dan baginya, buku adalah separuh jiwanya.

Sangat menyenangkan bila mendengarkan Bang Din bertutur, sembari mengutip kisah bersejarah. Ingatannya jernih, tutur katanya teratur, dan pembahasannya sangat runut. Serta semangatnya tetap menyala. Tak heran, perkenalan dan kedekatannya dengan sejumlah tokoh bangsa dan nasional, serta dengan keluarga para tokoh itu, terjalin dan berlangsung harmonis.


Baca juga: Mengenang WD Mochtar Aktor Kawakan Dari Pontianak

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....