Pendewasaan Nikah Tekan Risiko Stunting
- 31 Des 2025 22:33 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Upaya pencegahan stunting tidak hanya dimulai saat kehamilan, tetapi jauh sebelum itu, yakni melalui pendewasaan pernikahan. Hal tersebut disampaikan dokter Dewa Krisna Mirwan dalam program Toserba (Topik Serba Ada) di Pro 2 RRI Pontianak, Jumat (19/12/2025) lalu.
Dalam dialog bersama penyiar Anwar, dr. Dewa menjelaskan bahwa stunting berkaitan erat dengan kesiapan calon orang tua, baik secara mental, fisik, maupun ekonomi. Menurutnya, masa paling krusial dalam mencegah stunting adalah 1.000 hari pertama kehidupan, yang dimulai sejak masa kehamilan.
“Kalau pernikahan belum siap, terutama dari sisi mental dan gizi ibu, maka pertumbuhan janin bisa tidak optimal sejak dalam kandungan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehamilan di usia terlalu muda memiliki risiko yang cukup besar, mulai dari anemia, perdarahan, hingga gangguan kesehatan ibu dan janin. Selain itu, ketidaksiapan mental juga dapat berdampak pada kondisi psikologis ibu setelah melahirkan.
Dr. Dewa menyarankan usia ideal pernikahan berada di atas 25 tahun untuk laki-laki dan 21 tahun untuk perempuan, agar calon orang tua lebih matang dalam mengambil keputusan dan mempersiapkan kehamilan.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Dewa juga menekankan pentingnya peran ayah selama kehamilan. Dukungan emosional, pemenuhan kebutuhan gizi, serta kestabilan ekonomi disebutnya sangat berpengaruh terhadap kesehatan ibu dan janin.
“Stres pada ibu hamil bisa berdampak langsung pada janin. Karena itu, manajemen stres, asupan gizi seimbang, konsumsi tablet tambah darah, serta pemeriksaan kehamilan secara rutin sangat penting,” katanya, menjelaskan.
Ia berharap edukasi mengenai pendewasaan pernikahan dan kesehatan reproduksi dapat terus diperkuat sebagai langkah preventif untuk menekan angka stunting, khususnya di Kota Pontianak.
Baca juga: Isi Piringku, Cara Sederhana Cegah Stunting
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....