Isi Piringku, Cara Sederhana Cegah Stunting
- 20 Sep 2025 13:23 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Pola makan yang sehat dan seimbang menjadi dasar penting untuk membentuk generasi unggul. Hal ini disampaikan dalam program Toserba di studio Pro 2 Pontianak pada Jumat (19/9/2025), bersama dr. Riska Zahra Dwi Angraini W, seorang dokter umum yang aktif memberikan edukasi gizi kepada masyarakat.
dr. Riska menyebutkan bahwa pemahaman masyarakat mengenai gizi masih sering keliru. Banyak orang hanya memikirkan rasa kenyang, tanpa memperhatikan kualitas asupan yang masuk ke tubuh.
“Gizi itu sebenarnya bukan hanya sekadar untuk kenyang, tapi yang penting adalah bagaimana kebutuhan tubuh terpenuhi sesuai porsinya,” ujarnya.
Ia kemudian menjelaskan konsep sederhana Isi Piringku yang dapat dijadikan panduan harian. Menurutnya, setengah bagian piring sebaiknya diisi dengan sayur dan buah, sementara separuh lainnya dibagi antara sumber protein dan karbohidrat. Penerapan pola ini dapat membantu mencegah berbagai masalah gizi yang saat ini masih banyak terjadi.
Meski kampanye gizi seimbang sudah gencar dilakukan, kenyataannya pola makan masyarakat masih menjadi tantangan. Di perkotaan, makanan cepat saji lebih sering dipilih karena praktis. Sementara itu, di pedesaan, akses terhadap sumber gizi beragam kadang masih terbatas. Hal ini membuat edukasi menjadi hal yang sangat penting.
Riska juga menyoroti dampak kekurangan gizi pada anak-anak. Ia mengingatkan bahwa masalah seperti stunting tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan otak.
“Kalau gizinya tidak terpenuhi, generasi kita ke depan akan sulit bersaing. Tidak hanya di bidang kesehatan, tapi juga di bidang pendidikan dan ekonomi,” katanya.
Selain kekurangan gizi, kelebihan gizi juga semakin mengkhawatirkan. Kasus obesitas pada anak dan remaja mulai banyak ditemui dan berpotensi memicu penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi sejak usia muda. Karena itu, ia menekankan pentingnya pola hidup aktif dan konsumsi makanan sehat sejak dini.
Menurutnya, keluarga memegang peran penting dalam membentuk pola makan yang baik. Orang tua menjadi contoh pertama bagi anak-anak. Ia menegaskan bahwa menu sehat tidak harus mahal.
“Kuncinya adalah kreatif mengolah bahan pangan lokal. Jangan terpaku pada makanan instan,” ucapnya.
Melalui langkah sederhana seperti sarapan sehat, mengurangi konsumsi gula berlebih, serta memperbanyak sayur dan buah, masyarakat bisa ikut andil dalam menciptakan generasi yang lebih sehat. Harapannya, kesadaran ini dapat meluas sehingga kampanye gizi seimbang benar-benar terwujud dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Sepuluh Pesan Gizi Seimbang pada Anak Usia Sekolah
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....