Tren Gizi Sehat 2026, Ahli Gizi: Jangan Sekadar Kenyang
- 05 Okt 2026 15:48 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Tren hidup sehat dan makanan bergizi semakin berkembang di masyarakat. Namun, ahli gizi mengingatkan bahwa memilih makanan tidak cukup hanya berdasarkan rasa kenyang, tetapi harus memperhatikan kebutuhan gizi dan keseimbangan nutrisi.
Ahli Gizi Puskesmas Sungai Raya Dalam sekaligus Ketua Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Kubu Raya, Suyanti, mengatakan tantangan masyarakat saat ini bukan lagi sekadar mendapatkan makanan, melainkan memilih makanan yang memberikan manfaat bagi tubuh.
“Pada intinya, masyarakat kita sebenarnya tidak kekurangan makanan. Justru tantangannya adalah bagaimana kita benar-benar bisa memilih makanan yang memberikan manfaat buat tubuh,” ujar Suyanti dalam program Indonesia Sehat, RRI Pro 1 Pontianak, Jum’at 2 Oktober 2026.
Menurutnya, persoalan gizi saat ini cukup kompleks karena masih ditemukan masyarakat yang mengalami kekurangan gizi, sementara di sisi lain kasus kelebihan berat badan dan obesitas juga semakin banyak.
Suyanti menilai pola makan dan pola hidup menjadi faktor yang berpengaruh. Kurangnya aktivitas fisik, ditambah kebiasaan mengonsumsi makanan tertentu secara berlebihan, dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menerapkan konsep Isi Piringku dalam setiap menu makanan. Komposisi makanan perlu memperhatikan keseimbangan antara sumber karbohidrat, sayur, lauk-pauk, dan buah.
“Pedoman kita adalah gizi seimbang. Kalau sekarang ada Isi Piringku, kita harapkan lebih banyak makan sayuran sebagai sumber vitamin dan mineral,” jelasnya.
Suyanti mengatakan masyarakat juga perlu menyesuaikan asupan makanan dengan usia dan kondisi tubuh. Kebutuhan gizi anak, remaja, orang dewasa hingga lansia tidak selalu sama. Karena itu, pola makan sebaiknya tidak mengikuti tren semata.
Untuk masyarakat yang memiliki kondisi seperti kekurangan gizi maupun obesitas, ahli gizi dapat membantu menghitung kebutuhan gizi berdasarkan kondisi tubuh dan kebiasaan makan. Penanganan juga perlu disertai perubahan pola makan serta dukungan keluarga.
Selain itu, Suyanti mendorong masyarakat untuk kembali memanfaatkan bahan pangan lokal. Menurutnya, pemilihan bahan makanan yang segar dan beragam dapat menjadi bagian dari upaya menerapkan pola makan yang lebih sehat.
“Jangan tunggu sakit baru kita peduli dengan makanan. Tapi mari kita mulai dari apa yang ada pada kita hari ini,” pesannya.
Ia menegaskan bahwa pola makan sehat tidak harus rumit. Hal terpenting adalah membiasakan konsumsi makanan yang beragam, seimbang, sesuai kebutuhan tubuh, serta tidak berlebihan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....