Ibu Baduta Kubu Raya Rasakan Manfaat Program Pos Gizi

  • 14 Agt 2026 15:33 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Perubahan kebiasaan makan menjadi pengalaman berharga bagi Wasi'atul Khoiroh setelah mengikuti program Pos Gizi bagi ibu dan anak di Kubu Raya.

Ibu tiga anak itu mengaku sebelumnya tidak menyukai tempe. Namun, setelah mengikuti program Pos Gizi, ia justru mulai menyukai pangan yang kaya protein tersebut.

“Yang awalnya saya tidak suka tempe, sekarang jadi suka tempe. Yang awalnya anak saya tidak suka sayur, sekarang jadi suka sayur,” ujar Wasi'atul Khoiroh, Jumat, 14 Agustus 2026.

Perubahan juga terlihat pada anak ketiganya yang menjadi peserta Pos Gizi. Sang anak kini lebih menikmati menu makanan yang disiapkan selama mengikuti kegiatan.

“Setelah mengikuti program Pos Gizi, alhamdulillah menu-menu makanannya tak tersisa dan habis,” katanya.

Wasi'atul juga menyebut adanya peningkatan berat badan anak setelah mengikuti program tersebut. Ia menyampaikan berat badan anaknya mengalami kenaikan sekitar 6 gram.

Wasi'atul mulai mengikuti program Pos Gizi sejak Juni 2026. Kegiatan tersebut diikutinya secara rutin setiap Minggu dengan durasi sekitar tiga jam.

Beragam menu bergizi hasil olahan Pos Gizi DASHAT Kubu Raya dari bahan pangan lokal yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar, seperti tempe, tahu, bayam, sawi, daun singkong, wortel, telur dan ikan. Juam, 14 Agustus 2026 (Foto : RRI/Harmanta)

Tak hanya mengikuti kegiatan, pengetahuan yang diperoleh dari Pos Gizi juga diterapkannya di rumah, khususnya dalam mengolah menu makanan untuk anak.

“Iya, untuk menu. Menu pun saya sering mengolahnya di rumah untuk anak saya,” ungkapnya.

Beragam olahan dibuat Wasi'atul dengan memanfaatkan bahan pangan yang mudah ditemukan, seperti tempe, rolade cumi, nugget tempe hingga nasi goreng.

Pemanfaatan pangan lokal juga menjadi kebiasaan baru di rumah. Ia menggunakan bahan seperti daun ubi dan daun kelor untuk menambah variasi makanan anak.

Bagi Wasi'atul, Pos Gizi tidak hanya memberikan makanan kepada anak, tetapi juga pengetahuan kepada orang tua mengenai cara mengolah menu yang menarik dan bergizi.

Sebagai ibu penerima manfaat program bagi anak bawah tiga tahun atau baduta, ia menilai pendampingan rutin membantu orang tua lebih konsisten memperhatikan pola makan dan tumbuh kembang anak.

Manfaat program juga dirasakan Ivana, salah satu penerima manfaat PGD. Ibu hamil tersebut mengatakan Pos Gizi DASHAT memberikan edukasi kesehatan, mulai dari tanda bahaya kehamilan, pemantauan perkembangan bayi hingga pengetahuan gizi.

“Saya juga belajar mengolah pangan lokal menjadi menu sehat yang lezat, seperti kreasi nasi goreng bergizi, yang langsung saya praktikkan di rumah untuk konsumsi sehari-hari,” ujar Ivana.

Ivana mengaku kehamilan ketiganya terasa lebih teredukasi dibandingkan kehamilan sebelumnya. Ia berharap pengetahuan dan kebiasaan baik dari program tersebut dapat terus diterapkan untuk menjaga kesehatan ibu dan anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....