ISPU 280! Udara Kota Pontianak Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
- 05 Okt 2026 07:09 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- ISPU Kota Pontianak pada 5 Oktober 2026 pukul 06:00 WIB berada pada kategori sangat tidak sehat dengan fokus pada parameter PM10 (280) dan PM2.5 (274).
- Partikel debu PM10 dengan ukuran 10 mikron menjadi parameter kritis utama yang memicu lonjakan ISPU di Pontianak mencapai nilai 280.
- Parameter lain seperti SO2 (14), CO (17), O3 (7), NO2 (9), dan HC (4) masih berada dalam kategori baik, menunjukkan PM10 dan PM2.5 sebagai penyebab utama pencemaran.
RRI.CO.ID, Pontianak – Kualitas udara di Kota Pontianak berada pada level mengkhawatirkan. Berdasarkan data ISPUnet pada Minggu, 05 Oktober 2026 pukul 06:00 WIB, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) masuk kata kategori sangat tidak sehat.
Parameter kritis yang memicu lonjakan tersebut adalah PM10 atau partikel debu dengan ukuran 10 mikron, dengan nilai ISPU 280. Grafik ISPU juga menunjukkan PM2.5 berada di angka 274, yang juga masuk kategori Sangat Tidak Sehat. Sementara parameter lain seperti SO2 (14), CO (17), O3 (7), NO2 (9), dan HC (4) masih dalam kategori Baik.
Kondisi ini berarti tingkat kualitas udara dapat meningkatkan risiko kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Pada kategori ini, setiap orang dapat mengalami dampak kesehatan, terutama kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan.
Data pendukung mencatat kelembaban udara di lokasi mencapai 90,2 persen, tekanan udara 1.013 mBar, dan suhu 26 derajat Celsius pada pagi hari. Kondisi lembab dan suhu rendah di pagi hari berpotensi menahan partikel polutan di lapisan bawah atmosfer, sehingga konsentrasi PM10 dan PM2.5 menjadi lebih tinggi.
Partikel PM10 dan PM2.5 yang dominan umumnya berasal dari pembakaran lahan, asap kendaraan bermotor, serta aktivitas industri dan domestik. Jika terpapar terus-menerus, dapat memicu iritasi mata, batuk, sesak napas, hingga memperburuk asma dan penyakit jantung.
Pemerintah dan masyarakat diimbau untuk mengambil langkah antisipatif. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker standar N95 atau KN95 saat beraktivitas di luar, serta memperbanyak konsumsi air putih. Masyarakat dapat terus memantau perkembangan kualitas udara secara real-time melalui aplikasi ISPUnet.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....