BMKG: El Nino Mundurkan Awal Musim Hujan Kalbar
- 02 Okt 2026 16:23 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak — Fenomena El Nino yang berlangsung tahun ini turut memengaruhi kondisi musim kemarau dan mundurnya awal musim hujan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat (Kalbar). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat mewaspadai potensi hujan berintensitas tinggi dalam waktu relatif singkat.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, informasi iklim yang disiapkan BMKG perlu disampaikan secara langsung kepada para pengguna agar dapat menjadi dasar dalam mengambil langkah antisipasi. “Informasi iklim yang disiapkan di BMKG itu tidak akan banyak berarti bila hanya disebarkan tanpa disampaikan langsung kepada user yang membutuhkan,” ujar Ardhasena dalam Press Release Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Provinsi Kalbar, Jumat, 2 Oktober 2026.
Menurut Ardhasena, fenomena El Nino yang berada pada kategori sangat kuat memberikan dampak terhadap kondisi musim di Kalbar. Salah satu dampaknya terlihat pada musim kemarau yang berlangsung lebih panjang serta kondisi karhutla dan kabut asap di sejumlah wilayah.
“Kami yang berada di Jakarta turut prihatin atas kondisi tersebut dan berharap bahwa kondisi tersebut segera berakhir dengan segera masuknya musim hujan sebentar lagi di Provinsi Kalimantan Barat,” katanya.
Ardhasena menjelaskan, El Nino juga memengaruhi awal musim hujan di Kalbar. Sebagian besar zona musim diperkirakan mengalami awal musim hujan, namun waktunya berpotensi mundur akibat pengaruh fenomena tersebut.
“Kondisi El Nino yang saat ini berlangsung juga tentunya mempengaruhi musim kemarau yang kemarin terjadi di Kalimantan Barat dan juga awal dari musim hujan nanti Provinsi Kalimantan Barat dimana sebagian besar zona musim diperkirakan mengalami awal musim hujan, namun karena fenomena El Nino menjadi mundur,” ucapnya.
Menurutnya, mundurnya awal musim hujan perlu disikapi serius karena memperpanjang periode kemarau. Namun ketika hujan mulai turun, intensitasnya berpotensi tinggi dalam waktu relatif singkat.
“Kita sangat perlu waspada terhadap dampak turunan yang nanti akan terjadi berpotensi terjadi seperti banjir, tanah longsor. Itu perlu kita terus meningkatkan kewaspadaannya terutama di daerah yang rawan,” kata Ardhasena.
BMKG mengajak pemerintah daerah, TNI-Polri, dunia usaha, akademisi, media massa, dan lembaga masyarakat menggunakan informasi iklim sebagai acuan bersama dalam menyusun langkah antisipasi. Langkah tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari pertanian, kesehatan, sumber daya air, kebencanaan, transportasi, hingga sektor strategis lainnya yang dipengaruhi kondisi cuaca dan iklim.
| Baca juga: Kemarau Panjang, DMI Serukan Salat Istisqa' |
Ardhasena mengatakan, BMKG membuka ruang konsultasi bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan yang membutuhkan informasi lebih rinci sesuai kebutuhan masing-masing sektor. “Kami di BMKG membuka diri seluas-luasnya untuk berkonsultasi langsung dengan kantor BMKG setempat dari Kalimantan Barat untuk mendapatkan informasi yang lebih rinci sesuai dengan kebutuhan sektor masing-masing,” ujarnya.
Ia berharap informasi prediksi musim hujan 2026/2027 dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga seluruh pemangku kepentingan lebih siap menghadapi perubahan kondisi musim di Kalbar.
Baca juga: Prediksi Musim Hujan 2026/2027, Pemprov Kalbar Perkuat Kesiapsiagaan
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....