WWF Dorong Pendataan Satwa di Luar Spesies Prioritas Pemerintah
- 02 Okt 2026 14:00 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- WWF-Indonesia
- WWF Dorong Pendataan Satwa
- Karakteristik dan Pengelolaan Spesies
RRI.CO.ID, Pontianak – WWF-Indonesia mendorong pendataan dan perlindungan terhadap seluruh jenis satwa, termasuk spesies yang belum masuk dalam daftar prioritas pemerintah. Arabela Landscape Program Manager WWF-Indonesia, Albertus Tjiu, mengatakan pemerintah melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Direktorat Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan telah menetapkan sejumlah spesies sebagai prioritas konservasi.
Menurut Albertus, mitra pembangunan kemudian turut mendukung upaya pemerintah dengan memfokuskan program konservasi pada spesies-spesies prioritas tersebut, seperti gajah, orangutan, dan badak. “Ketika pemerintah menentukan prioritas, kita sebagai mitra pembangunan yang mendukung pemerintah akan berfokus pada spesies-spesies prioritas,” ujar Albertus Tjiu, di Pontianak, Kamis, 1 Oktober 2026.
Namun, Albertus menilai perhatian terhadap spesies yang berada di luar daftar prioritas juga perlu dilakukan. Hal ini penting agar keberadaan spesies lain tidak terabaikan dalam upaya konservasi.
“PR-nya adalah harus ada yang memberikan perhatian juga buat spesies di luar spesies kunci atau spesies prioritas yang ditetapkan. Dengan demikian, kita tidak akan kehilangan spesies yang lain,” katanya.
Albertus menjelaskan, pendataan satwa membutuhkan pengetahuan yang memadai mengenai karakteristik dan pengelolaan setiap spesies. Karena itu, akademisi dinilai memiliki peran penting dalam menyediakan pengetahuan sekaligus memperkuat kapasitas para pemerhati satwa, masyarakat, mahasiswa, dan pihak lainnya.
Setelah memiliki pengetahuan dasar, mereka dapat dilibatkan dalam pendataan di lapangan dengan metode yang seragam. Kesamaan metode tersebut diperlukan agar data yang diperoleh dapat diolah dan dibandingkan secara akurat.
“Dengan demikian kita punya informasi di mana habitat, di mana spesies, populasi ada. Ini menjadi satu hal yang penting dan mendasar,” katanya, menjelaskan.
Selain peningkatan kapasitas, Albertus menyebut dukungan pendanaan dan logistik juga diperlukan untuk mendukung kegiatan penelitian serta pendataan satwa di lapangan. Albertus juga menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi agar informasi mengenai satwa dan habitatnya dapat dimanfaatkan secara bersama-sama.
“Tidak hanya di satu sektor, tapi semua instansi terkait bisa menggunakan informasi yang sama untuk menangani fokusnya masing-masing,” katanya, mengakhiri pernyataannya.
Baca juga: Karhutla Kalbar Ancam Kelangsungan Hidup dan Ekosistem Satwa Liar
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....