BNPB Sebut Karhutla Kalbar Makin Terkendali, Titik Panas Turun
- 01 Okt 2026 07:01 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalbar menunjukkan perkembangan positif. Jumlah titik panas di Kalimantan Barat (Kalbar) dilaporkan mengalami penurunan signifikan dalam sepekan terakhir.
Tenaga Ahli Kepala BNPB, Brigjen TNI (Purn) Asrianus Bulo, mengatakan perkembangan tersebut terlihat dari hasil pemantauan dan koordinasi pemerintah pusat terkait penanganan karhutla secara nasional. “Informasi untuk kita semua, bahwa hasil briefing atau hasil rapat kami kemarin siang itu dengan Kemenkopolhukam, dari Provinsi Riau sudah men-declare bahwa sudah terkendali yang di Riau. Baru satu provinsi,” kata Bulo, Rabu 30 September 2026.
Menurut Bulo, Kalbar menunjukkan tren serupa dengan penurunan tingkat kebakaran yang cukup signifikan. “Nah, Kalbar ini menyusul. Kenapa? Dari yang tadinya memang kita itu di atas, tiba-tiba ada di bawah,” ujarnya.
Ia mengatakan, kondisi kebakaran di Kalbar saat ini sudah mendekati nihil, meskipun masih ditemukan sejumlah titik panas. Penanganan karhutla juga dinilai telah berjalan maksimal sehingga kondisi kebakaran secara umum semakin terkendali.
“Artinya tingkat kebakarannya sudah (ke arah) nihil. Kalau kita katakan nihil sih, walaupun masih ada sedikit. Artinya penanganan karhutla yang di Kalbar memang sudah maksimal juga kita laksanakan dan kebakaran juga sudah terkendali,” ucapnya.
Data pemantauan BMKG Kalbar menunjukkan penurunan jumlah titik panas tersebut. Pada 23 September 2026, tercatat 1.870 titik panas di Kalbar. Sebanyak 174 titik berada pada tingkat kepercayaan tinggi, 1.635 tingkat menengah dan 61 titik tingkat rendah.
Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak saat itu, yakni 1.716 titik, disusul Kabupaten Kayong Utara sebanyak 56 titik. Sepekan kemudian, jumlah tersebut turun menjadi 231 titik panas berdasarkan pemantauan pada 29 September 2026. Rinciannya, 36 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi, 175 tingkat menengah dan 20 titik tingkat rendah.
Ketapang masih menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak, yakni 199 titik. Namun, jumlah tersebut jauh menurun dibandingkan sepekan sebelumnya. Sejumlah kabupaten dan kota lainnya di Kalbar juga tercatat tidak memiliki titik panas.
Meski perkembangan di lapangan membaik, Bulo menegaskan Kalbar belum dinyatakan sepenuhnya bersih dari ancaman karhutla. “Belum dinyatakan clear kalau yang di Kalimantan Barat, tetapi dibandingkan dengan provinsi yang lain, Kalimantan Barat yang kemajuannya sangat maksimal kalau saya katakan,” tegasnya.
Bulo menyebut penurunan karhutla tersebut tidak terlepas dari upaya berbagai pihak yang bekerja di lapangan. Ia juga menegaskan bahwa laporan kondisi karhutla dari lapangan menjadi bahan pemerintah pusat dalam memantau perkembangan penanganan bencana.
“Ini berkat teman-teman semua yang di lapangan. Sehingga apa yang kita laporkan hari ini, yang sering saya katakan, bahwa apa yang kita laporkan itu, itu yang sampai ke atas,” katanya, mengakhiri.
Baca juga: Menhan RI Berikan Anugerah Satyalencana Dharma Samudera kepada 361 Personel JSDF
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....