Kabut Asap Ganggu Nelayan Kalbar, Tangkapan dan Pendapatan Menurun
- 30 Sep 2026 17:27 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Kabut asap karhutla Kalimantan Barat (Kalbar) mengganggu aktivitas melaut, menekan hasil tangkapan, sekaligus meningkatkan risiko keselamatan nelayan. Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kalimantan Barat, Eka Indah Raharjo mengatakan, dampak kabut asap dari wilayah daratan hingga hulu turut dirasakan nelayan di kawasan pesisir dan perairan.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat nelayan harus lebih selektif menentukan waktu melaut karena jarak pandang yang terbatas dapat membahayakan keselamatan pelayaran. “Jarak pandang itu bisa di bawah seribu meter, bahkan sampai empat ratus meter. Ini sangat berbahaya bagi nelayan karena bisa terjadi tabrakan antarkapal atau kapal menabrak karang,” ujar Eka, Rabu, 30 September 2026.
Sebagian besar nelayan Kalbar menggunakan kapal berukuran kecil, sekitar tiga hingga lima gross ton, yang umumnya berangkat pagi dan kembali pada sore hari. Dalam kondisi kabut asap, nelayan terpaksa memanfaatkan waktu ketika asap mulai menipis untuk melaut. Situasi tersebut berdampak langsung terhadap frekuensi penangkapan dan pendapatan nelayan.
Eka menjelaskan, potensi perikanan Kalbar cukup besar dan tersebar di sejumlah wilayah, seperti Sambas, Kubu Raya, Ketapang, Kayong Utara, Bengkayang, dan Mempawah. Namun, hasil tangkapan yang lebih optimal umumnya berada di wilayah perairan lebih dari lima mil laut. Sementara kawasan dekat pesisir cenderung memiliki potensi lebih rendah karena perairannya dangkal dan keruh.
“Kalau kita semakin ke tengah laut, ketebalan asap biasanya semakin berkurang. Tetapi nelayan dengan kapal kecil tentu punya keterbatasan untuk menjangkau wilayah yang lebih jauh,” ucapnya.
Eka berharap kondisi kabut asap segera membaik agar nelayan dapat kembali melaut dengan lebih aman dan memperoleh hasil tangkapan yang lebih optimal.
Baca juga: Kabut Asap Berkurang, SMK YPK Pontianak Kembali Terapkan Belajar Tatap Muka
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....