Sekolah Kembali Tatap Muka, SMPN 9 Pontianak Belum Maksimalkan Jam Belajar
- 28 Sep 2026 15:31 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- Pembelajaran Tatap Muka kembali digelar
- SMP Negeri 9 Pontianak
- Jam Belajar Belum dimaksimalkan
RRI.CO.ID, Pontianak - SMP Negeri 9 Pontianak kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka, Senin, 28 September 2026, setelah hampir dua bulan menerapkan pembelajaran secara daring akibat kondisi kabut asap. Kepala SMPN 9 Pontianak, Lukman Hakim, mengatakan kembalinya pembelajaran tatap muka disambut antusias oleh siswa maupun guru.
Menurut Lukman, suasana sekolah kembali ramai setelah selama hampir dua bulan aktivitas pembelajaran berlangsung dari rumah. “Pagi hari ini kita sudah mulai lagi tatap muka. Kegembiraan anak-anak itu terpancar dari raut mukanya. Gurunya juga bertemu, saling bersalaman, saling sapa,” ujar Lukman, saat diwawancara RRI.CO.ID, di ruang kerjanya.
Lukman mengatakan, pembelajaran tatap muka pada hari pertama masih dilakukan secara terbatas dengan durasi sekitar 30 hingga 35 menit. Pihak sekolah masih melihat kondisi cuaca dan kualitas udara sebelum kembali menerapkan jam belajar normal.
Lukman berharap kondisi cuaca segera membaik dan hujan turun lebih sering sehingga kabut asap dapat berakhir dan kegiatan belajar mengajar kembali berjalan normal. “Yang penting hari ini kita sudah mulai belajar tatap muka langsung. Mudah-mudahan hari Selasa, Rabu dan seterusnya bisa sesuai normal, 45 menit,” ucapnya.
SMPN 9 Pontianak memiliki 21 rombongan belajar (rombel) dengan jumlah siswa sekitar 667 orang. Setiap tingkat terdiri dari tujuh kelas paralel dengan rata-rata 32 siswa per kelas.
Sementara itu, salah satu orang tua murid, Yeni, mengaku lega anaknya kembali bersekolah secara langsung. Ia menilai pembelajaran di sekolah dapat mengurangi beban tugas yang harus dikerjakan anak di rumah.
“Sudah agak plong sedikit, karena sudah belajar seperti biasa. Maksudnya tugas-tugas dari sekolah itu agak kurang untuk dikerjakan di sekolah,” kata Yeni.
Yeni berharap kondisi kabut asap segera berakhir sehingga siswa dapat kembali mengikuti pembelajaran secara rutin dan tidak kembali diliburkan. “Ya mudah-mudahan sekolahnya tidak ada libur-libur lagi seperti ini. Belajar terus, jangan ada asap-asap lagi,” katanya, mengakhiri.
Baca juga: Pengalaman Guru SMPN 1 Pontianak setelah Enam Pekan Terapkan PJJ
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....