Pengalaman Guru SMPN 1 Pontianak setelah Enam Pekan Terapkan PJJ
- 22 Sep 2026 20:47 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- Pengalaman Guru selama Pembelajaran Jarak Jauh
- Tantangan Pembelajaran Daring
- Jaringan Internet
RRI.CO.ID, Pontianak - Pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang diterapkan SMP Negeri 1 Pontianak selama enam pekan tetap berjalan, meski guru menilai pembelajaran tatap muka lebih efektif dalam membangun interaksi langsung dengan siswa. Salah satu Guru IPA SMP Negeri 1 Pontianak, Swastika Rhea Zivanka, mengatakan pembelajaran daring masih dapat dilaksanakan karena sebagian besar siswa tetap mengikuti kegiatan belajar dari rumah.
Menurutnya, sekitar 90 persen siswa di kelas yang diajarnya masih aktif mengikuti pembelajaran daring. Untuk mata pelajaran IPA yang berlangsung dua kali dalam sepekan, pembelajaran dilakukan melalui kombinasi Google Classroom dan Google Meet.
“Dalam satu pertemuan saya berikan mereka tugas melalui Google Classroom, kemudian nanti diulas lagi saat Google Meet. Ketika Google Meet baru melakukan interaksi dengan anak-anak, tanya jawab dan melihat pemahaman mereka,” ujar Swastika, saat diwawancara RRI.CO.ID, di ruang kelas, Senin, 21 September 2026.
Swastika menjelaskan, Google Classroom digunakan untuk pemberian dan pemeriksaan tugas siswa. Sementara Google Meet dimanfaatkan untuk melakukan interaksi secara langsung, termasuk membahas materi dan mengetahui sejauh mana pemahaman siswa.
Meski demikian, pelaksanaan pembelajaran daring masih menghadapi kendala jaringan internet. Swastika mengaku, kondisi jaringan yang kurang baik terkadang membuat kegiatan Google Meet harus dibatalkan dan diganti dengan pemberian tugas.
“Seperti tadi pagi jaringan lagi tidak bagus. Sebenarnya saya mau meet sama anak-anak, cuma jaringan lagi tidak bagus, jadi tidak jadi meet-nya. Saya berikan tugas lain, nanti di pertemuan selanjutnya baru meet lagi,” tuturnya.
Swastika menambahkan, sebagian besar siswa masih menunjukkan tanggung jawab dalam mengerjakan dan mengumpulkan tugas. Hanya beberapa siswa yang belum mengumpulkan sehingga perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut.
Sementara itu, durasi pembelajaran daring juga disesuaikan dengan kondisi pelaksanaan PJJ. Dalam satu jam pelajaran, waktu belajar ditetapkan selama 30 menit dan dikurangi 10 menit. Swastika menilai, meski pembelajaran daring masih dapat berjalan, pembelajaran tatap muka tetap lebih efektif karena guru dapat berinteraksi secara langsung dengan siswa.
Baca juga: Disdikbud Kalbar Beri Sekolah Fleksibilitas Hadapi Kabut Asap
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....