Kadisdikbud se-Kalbar Satukan Langkah Tingkatkan Mutu Pendidikan
- 22 Sep 2026 14:33 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Singkawang – Upaya meningkatkan mutu pendidikan di Kalimantan Barat dibahas bersama oleh para kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kabupaten/kota se-Kalbar dalam Focus Group Discussion (FGD) di Aula Kartini Disdikbud Kota Singkawang, Senin, 21 September 2026.
Forum tersebut membahas empat isu strategis, yakni peningkatan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik, mitigasi dampak kabut asap terhadap proses pembelajaran, revitalisasi program pendidikan, serta optimalisasi digitalisasi sekolah untuk mendukung peningkatan hasil belajar.
Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Barat, Iwan Kurniawan, mengatakan FGD menjadi ruang untuk menghimpun ide kreatif sekaligus berbagai praktik baik yang telah diterapkan pemerintah kabupaten/kota.
Menurutnya, pembahasan tersebut diharapkan menghasilkan kesamaan langkah antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam meningkatkan mutu pendidikan.
“Target yang kita inginkan adalah kesamaan langkah dan upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kalbar, dimulai secara bersama-sama sehingga tidak parsial,” kata Iwan.
Ia mengatakan penguatan literasi dan numerasi menjadi salah satu perhatian utama. Pemerintah daerah didorong menyusun langkah bersama untuk meningkatkan kompetensi peserta didik.
Di tengah kondisi kabut asap yang masih berdampak terhadap aktivitas belajar, strategi menjaga keberlangsungan pembelajaran juga menjadi pembahasan.
Pemerintah daerah didorong menyiapkan langkah mitigasi agar kesempatan belajar tetap terjaga sekaligus mengantisipasi dampak kondisi udara terhadap konsentrasi peserta didik.
“Sehingga kita perlu percepatan langkah-langkah untuk meningkatkan kompetensi siswa,” ujarnya.
Isu berikutnya menyangkut revitalisasi program pendidikan, termasuk mitigasi terhadap berbagai hambatan dalam pelaksanaannya.
Sementara digitalisasi sekolah menjadi perhatian keempat untuk memastikan pemanfaatan teknologi benar-benar berdampak terhadap peningkatan hasil belajar.
Plt Kepala Disdikbud Provinsi Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, mengatakan forum tersebut juga dimanfaatkan untuk bertukar pengalaman mengenai berbagai persoalan pengelolaan pendidikan di masing-masing daerah.
“Kita diskusikan di FGD ini untuk mencari solusi bersama,” katanya.
Ia berharap praktik baik yang telah berjalan di sejumlah kabupaten/kota dapat diadopsi dan dikembangkan oleh daerah lain.
“Kita bahas satu-satu mengenai pengalaman masing-masing kabupaten/kota yang sudah baik. Mungkin bisa ditiru dan mudah-mudahan bisa menjadi solusi di setiap kabupaten/kota,” ujarnya.
Sementara, Kepala Disdikbud Kota Singkawang, Asmadi, mengatakan FGD menjadi salah satu strategi untuk menyamakan persepsi dan metode dalam menjalankan program prioritas pendidikan.
Menurutnya, kesamaan strategi penting agar upaya peningkatan mutu pendidikan di Kalbar dapat berjalan lebih terarah dan tidak dilakukan secara sendiri-sendiri.
Selain membahas kondisi pembelajaran selama dan pascakabut asap, para kepala Disdikbud juga memberi perhatian pada persiapan menghadapi tahapan evaluasi pendidikan, termasuk pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan segera berlangsung.
“Itu juga harus dibahas dalam FGD ini,” kata Asmadi. (Gun)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....