Hujan Es di tengah Cuaca Panas, Mengapa Bisa Terjadi?

  • 21 Sep 2026 08:57 WIB
  •  Pontianak
Poin Utama
  • Hujan es terbentuk dari awan konvektif Cumulonimbus yang tumbuh sangat tinggi di atmosfer meski Indonesia beriklim tropis.
  • Fenomena hujan es dipicu oleh pemanasan permukaan bumi yang kuat, menyebabkan gerakan udara ke atas dan pembentukan awan Cumulonimbus.
  • Masyarakat sering terkejut dengan hujan es karena kejadiannya tidak terduga, terutama saat cuaca panas, kemarau panjang, atau kekeringan.

RRI.CO.ID, Pontianak - Hujan es sering membuat masyarakat terkejut, terutama ketika fenomena tersebut terjadi di wilayah yang sedang dilanda cuaca panas, kemarau panjang, atau kekeringan. Di Indonesia yang beriklim tropis, hujan es tetap dapat terjadi karena proses pembentukannya berlangsung jauh di atas permukaan bumi.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan es merupakan fenomena alam yang terbentuk dari awan konvektif Cumulonimbus (Cb). Awan ini dapat tumbuh sangat tinggi ketika pemanasan permukaan berlangsung kuat dan memicu gerakan udara ke atas.

Terbentuk di Dalam Awan

Proses hujan es bermula ketika udara panas dan lembap dari permukaan bumi naik dengan kuat. Di ketinggian tertentu, suhu atmosfer dapat berada di bawah titik beku. Tetes-tetes air yang terbawa arus udara naik kemudian membeku dan membentuk inti es.

Arus udara naik atau updraft yang kuat membuat butiran es terus bergerak di dalam awan. Dalam proses tersebut, butiran es dapat bertambah besar karena bertabrakan dengan tetesan air superdingin. Ketika ukurannya sudah terlalu berat untuk ditahan arus udara, butiran tersebut akhirnya jatuh ke permukaan sebagai hujan es.

Mengapa Bisa Terjadi Saat Kemarau?

Kemarau panjang bukan berarti hujan es tidak mungkin terjadi. Justru, pemanasan permukaan yang kuat dapat meningkatkan penguapan dan menghasilkan udara yang semakin tidak stabil.

BMKG mencatat, kondisi seperti atmosfer yang labil, arus udara naik yang kuat, kelembapan memadai, serta adanya udara dingin di lapisan atas atmosfer dapat mendukung terbentuknya hujan es. Fenomena ini juga lebih memungkinkan terjadi ketika awan Cumulonimbus berkembang secara cepat.

Fenomena serupa juga pernah tercatat di Kalimantan Barat. Buletin BMKG Kalbar mencatat sejumlah kejadian hujan es sejak 2012, termasuk di Pontianak, Kubu Raya, Bengkayang, Sekadau, Mempawah, dan Landak. Beberapa kejadian bahkan didahului beberapa hari tanpa hujan.

Karena biasanya berlangsung singkat dan dapat disertai hujan lebat, petir, serta angin kencang, masyarakat dianjurkan segera berlindung di dalam bangunan ketika awan gelap menjulang mulai terbentuk dan cuaca berubah secara cepat.

Sumber tulisan:

  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Mengapa Hujan Es Bisa Terjadi di Indonesia?
  • BMKG, Labilitas Atmosfer Terkait Kejadian Hujan Es.
  • BMKG Kalimantan Barat, Buletin Baromeka Edisi 1 Tahun 2024.
  • National Weather Service, Science of Hail. 

Baca juga: https://rri.co.id/pontianak/regional/2745210/hujan-es-turun-di-batang-tarang-disaat-kemarau-melanda-sanggau

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....