Potensi Awan Hujan di Kalbar Cukup Banyak hingga 10 Hari ke Depan
- 16 Sep 2026 22:21 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas 1 Supadio Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) memprediksikan hingga 10 hari ke depan potensi awan hujan masih cukup banyak di wilayah Kalbar.
Koordinator Data dan Informasi BMKG Kelas 1 Supadio Pontianak Sutikno mengatakan, potensi awan hujan masih tetap ada dari hari sebelumnya terutama di dominasi di daerah Timur dan sebagian Tenggara Kalbar, seperti Kabupaten Sintang, Kapuas Hulu, Melawi, Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Mempawah, Kota Singkawang dan Bengkayang.
"Meski pada hari sebelumnya masih banyak hujannya di wilayah Timur dan sebagian Tenggara Kalbar, namun belum adanya pertumbuhan awan hujan di wilayah Selatan Kalbar seperti di Ketapang dan Kayong Utara berdampak masih pekatnya kabut asap di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya pada pagi hari," kata Sutikno saat menyampaikan prakiraan kondisi cuaca melalui video conference pada briefing malam bersama tim terpadu penanganan karhutla di ruang Pusdalops, BPBD Kalbar. Rabu, 16 September 2026 malam.
Sutikno menuturkan, dengan melihat banyaknya potensi awan hujan ini, diprediksi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih terjadi hingga satu minggu ke depan di 12 kabupaten/kota di Kalbar, kecuali di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara yang masih sangat minim sekali potensi hujannya.
"Untuk potensi hujan pada Kamis, 17 September 2026 besok, akan terjadi pada siang hingga sore hari terutama di wilayah Hulu Kalbar, seperti Kapuas Hulu, Sintang dan Melawi serta di wilayah Utara Kalbar seperti Sambas, Kota Singkawang dan Bengkayang," ucap Sutikno.
Sutikno menjelaskan, besarnya potensi awan hujan di wilayah Timur, Tenggara dan Utara Kalbar ini bisa mendukung dilakukannya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga 10 hari ke depannya.
"Kita harapkan dengan besarnya potensi awan hujan hingga 10 ke depan di wilayah Kalbar ini mampu mengoptimalkan OMC dalam menciptakan hujan buatan dengan intensitas lebat, sehingga kondisi udara di Kalbar bisa kembali normal," ujar Sutikno, mengharapkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....