Polda Kalbar Gunakan Drone Thermal untuk Deteksi Titik Panas Karhutla

  • 07 Sep 2026 15:55 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Polda Kalimantan Barat memanfaatkan teknologi drone thermal untuk memperkuat upaya deteksi dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Teknologi tersebut digunakan Satgas Ops Aman Nusa II “Karhutla Kapuas-2026” saat menangani kebakaran lahan di Kabupaten Kubu Raya, pada Minggu 6 September 2026.

‎Kebakaran terjadi di lahan seluas sekitar 0,5 hektare di Jalan Madusari, Desa Arang Limbung, Kabupaten Kubu Raya. Dalam penanganan tersebut, petugas mengerahkan drone DJI Mavic 3 Thermal untuk melakukan pemantauan dari udara.

‎Pemantauan menggunakan drone thermal dipadukan dengan deteksi melalui aplikasi Lancang Kuning. Teknologi ini membantu petugas memetakan area terdampak sekaligus menemukan titik panas atau hotspot yang tidak terlihat secara kasatmata secara real-time.

‎Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol. Bambang Suharyono, mengatakan penggunaan drone thermal memberikan keunggulan dalam mendukung pergerakan personel di lapangan.

‎“Terkait kecanggihan ini, penggunaan drone thermal memberikan keunggulan taktis yang sangat besar bagi kelancaran operasi. Sensor termalnya memiliki peran penting dalam mendeteksi bara api tersembunyi di bawah permukaan lahan,” jelasnya dalam keterangan resmi, Senin 7 September 2026.

‎Menurutnya, informasi dari pemantauan udara membuat personel di darat dapat lebih cepat menentukan lokasi sumber panas, sekaligus meningkatkan keamanan selama proses pemadaman.

‎“Dengan panduan teknologi udara ini, pergerakan personel darat menuju sumber panas menjadi jauh lebih cepat, presisi, dan pastinya lebih aman,” katanya.

‎Berdasarkan data visual dan panduan suhu dari drone, sebanyak 24 personel Ditsamapta Polda Kalbar melakukan penanganan di lokasi. Tim bekerja mulai pukul 12.00 hingga 22.23 WIB dengan fokus pada pemadaman, pelokalisiran api, hingga pendinginan untuk mencegah api kembali muncul dan merambat ke area permukiman.

‎Pemanfaatan teknologi tersebut juga dipadukan dengan sinergi petugas di lapangan. Kolaborasi antara pemantauan udara dan penanganan oleh personel darat membantu proses pemadaman berlangsung lebih terarah.

‎Seluruh area yang terbakar kini telah berhasil dipadamkan. Berdasarkan pemantauan terakhir, kondisi hotspot di lokasi juga menurun hingga berstatus low.

‎Polda Kalbar menilai pemanfaatan teknologi seperti drone thermal menjadi salah satu pendukung penting dalam memperkuat efektivitas penanganan karhutla, terutama dalam mendeteksi sumber panas yang sulit terlihat dari permukaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....