Kawal Karhutla, Bupati dan Dandim Ketapang Turun ke Lapangan

  • 06 Sep 2026 07:37 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Ketapang - Hari libur bukan alasan untuk menghentikan perjuangan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal itu ditunjukkan Bupati Ketapang Alexander Wilyo bersama Dandim 1203/Ketapang Letkol Inf Zulkarnaen Galib yang turun langsung ke tengah Satgas Karhutla di Kuala Tolak, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Sabtu, 5 September 2026.

Saat sebagian masyarakat menikmati waktu libur, personel Satgas Karhutla masih berjibaku di lapangan mengendalikan api agar tidak meluas. Kehadiran Bupati dan Dandim menjadi bentuk dukungan sekaligus memastikan penanganan berjalan optimal.

Alexander Wilyo mengatakan, penanganan karhutla tidak mengenal waktu. Selama masih terdapat api dan masyarakat membutuhkan perlindungan, pemerintah bersama seluruh unsur terkait harus tetap hadir.

“Hari ini hari libur, tetapi perjuangan kita tidak boleh libur. Selama masih ada api dan masyarakat yang membutuhkan perlindungan, kita harus hadir,” katanya.

Menurut Alexander, kehadirannya bersama Dandim juga untuk memastikan para personel Satgas tidak merasa berjuang sendirian. Ia mengapresiasi petugas yang rela mengorbankan waktu bersama keluarga demi menjaga masyarakat dan lingkungan.

Ia menilai kondisi lapangan yang panas, berasap, serta memiliki medan berat tidak menyurutkan semangat para petugas. Pemerintah Kabupaten Ketapang, ditegaskannya, akan terus memberikan dukungan hingga Karhutla dapat dikendalikan.

Sementara itu, Dandim 1203/Ketapang Letkol Inf Zulkarnaen Galib memastikan jajaran TNI terus memperkuat sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Ketapang, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, perusahaan, relawan, dan unsur terkait lainnya.

Sinergi tersebut diperlukan agar setiap titik api dapat segera ditangani sekaligus mencegah kebakaran meluas ke wilayah lainnya.

Dari Kuala Tolak, Bupati Alexander Wilyo juga mengajak masyarakat berperan aktif mencegah Karhutla. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.

“Mari kita jaga Ketapang bersama. Jangan biarkan api kecil menjadi bencana besar. Ini tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Bagi Alexander Wilyo, turun langsung ke lapangan bukan sekadar menjalankan tugas pemerintahan, tetapi menjadi bentuk komitmen untuk memastikan para petugas mendapatkan dukungan.

Hari libur boleh datang, namun perjuangan menjaga Ketapang dari ancaman Karhutla harus tetap berjalan. Dari Kuala Tolak, pemerintah menegaskan bahwa Satgas tidak berjuang sendiri.

Baca juga: ISPA Meningkat di tengah Kabut Asap, Polres Bengkayang Hadirkan Oxygen Corner

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....