Cegah Api Merambah ke Konsesi, Tim Damkar PT SUM Siaga 12 Hari di Lokasi Karhutla

  • 02 Sep 2026 20:32 WIB
  •  Pontianak
Poin Utama
  • Tim Pemadam PT Sumatera Unggul Makmur siaga karhutla
  • Dukungan pengendalian karhutla
  • 30 personel tim Damkar

RRI.CO.ID, Kubu Raya - Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) PT Sumatera Unggul Makmur (PT SUM) masih bersiaga di lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di lahan masyarakat Parit Delima, Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimatan Barat hingga 1 September 2026. Penjagaan dilakukan untuk memastikan tidak muncul kembali titik api yang berpotensi merambat ke arah areal konsesi perusahaan.

Kebakaran terjadi di lahan masyarakat yang berada di luar izin usaha atau konsesi PT SUM. Titik api terdeteksi pada 20 Agustus 2026 sekitar pukul 16.00 WIB dengan jarak 300 meter dari batas konsesi, menindak lanjuti hal tersebut PT SUM mengerahkan 30 personel Tim Damkar, untuk melakukan pemadaman di lokasi bersama anggota Polsek Sungai Kakap, Koramil Kecamatan, Polres Kubu Raya dan Danlanal Pontianak. Kolaborasi ini dilakukan untuk mempercepat pengendalian api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke wilayah sekitar dan mengarah ke areal konsesi PT SUM.

Untuk mempercepat proses pemadaman, tim mengoperasikan 10 unit mesin pompa dengan masing-masing lima unit mesin pompa bertekanan tinggi dan lima unit mesin pompa jinjing. Peralatan tersebut digunakan untuk memadamkan api serta melakukan pembasahan pada area yang berpotensi mengalami kebakaran kembali. Selain itu digunakan alat berat untuk mengisolasi sehingga api tidak menyebar.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, luas lahan masyarakat yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai lebih dari 40 hektare. Proses pemadaman dilakukan secara bertahap dengan fokus pada upaya memutus penyebaran api dan mencegah kebakaran meluas ke kawasan lain, termasuk area konsesi Perusahaan.

Hingga 1 September 2026, Tim Damkar PT SUM masih melakukan patroli, pendinginan, dan pemantauan intensif di lokasi bekas kebakaran. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pascapemadaman untuk memastikan kondisi api padam serta mengantisipasi munculnya bara api yang dapat kembali memicu kebakaran.

Staf lapangan PT SUM, Elizar Syahputra, menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan dalam penanganan karhutla merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pengendalian kebakaran di wilayah sekitar operasional perusahaan.

“Penjagaan tetap kami lakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Tim terus melakukan penyiraman secara berkala agar api tidak kembali menyala dan merambat ke area lain dan meminimalisir menjalar ke areal perusahaan,” ujarnya.

Penanganan karhutla tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara perusahaan, TNI-Polri dan masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Melalui pengerahan personel, peralatan, serta pemantauan berkelanjutan, diharapkan risiko kebakaran susulan dapat diminimalkan dan lingkungan sekitar tetap terjaga.

Baca juga: TNI dan PT NJP Perkuat Pencegahan Karhutla Melalui Pendekatan Masyarakat

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....