PT Mayawana Persada dan Mitra Padamkan Titik Api di Zona Penyangga

  • 15 Sep 2026 15:27 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lanskap konsesi terus digencarkan melalui strategi pengamanan terpadu di tingkat tapak. Di tengah tantangan cuaca kering dan dinamika pergerakan api di wilayah perbatasan, PT Mayawana Persada memperkuat langkah pemadaman yang kolaboratif bersama PT Jalin Vaneo selaku manajemen konsesi tetangga yang berbatasan langsung guna mencegah meluasnya rambatan api.

Titik api terpantau aktif di area belukar yang berbatasan langsung dengan koridor konsesi. Mengingat karakteristik angin dan vegetasi gambut yang rentan memicu pergerakan cepat api, tim gabungan di lapangan langsung bergerak melakukan penyekatan (firebreak) di jalur-jalur kritis untuk melokalisasi arah rambatan api. Pengoperasian sekat bakar ini menjadi kunci utama untuk memutus mata rantai penjalaran api di lahan gambut yang kering.

Sebagai bagian dari kesiapsiagaan taktis lintas batas, pengerahan armada pendukung disiagakan secara intensif, kedua perusahaan mengirimkan water truck ke wilayah konsesi PT Jalin Vaneo untuk memastikan pasokan air pembasahan tetap stabil di garis depan.

Armada mobil tangki air milik PT. Mayawana Persada dan PT Jalin Vaneo terus menyuplai air ke lokasi kebakaran lahan. foto Mayawana Persada.

Ripil Hadi, Manager FCHSE PT Mayawana Persada mengungkapkan, regu pemadam di lapangan bahu-membahu membangun sekat pertahanan bersama guna memastikan api tertahan agar tidak menyeberang masuk ke kawasan konsesi PT Mayawana Persada. Sinergi operasional ini melibatkan pengerahan personel terlatih yang berjibaku langsung di titik-titik akses sulit untuk melakukan pendinginan secara maksimal.

"Penanganan karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial. Kami di tingkat tapak terus berkoordinasi erat dan menyatukan sumber daya dengan manajemen PT Jalin Vaneo untuk memastikan sekat pertahanan perbatasan berfungsi optimal, sehingga laju api dapat dihalau dan dikendalikan bersama-sama secara efektif," ujar Ripil Hadi.

Langkah bersama ini kanjut Rapil Hadi, menegaskan bahwa penanganan karhutla memerlukan koordinasi lintas wilayah yang terbuka, kolektif, dan terintegrasi antara pelaku usaha di satu lanskap.

“Manajemen perusahaan memastikan bahwa upaya mitigasi di lapangan tidak hanya berfokus pada pemadaman langsung, tetapi juga pengawasan ketat secara berkelanjutan bersama mitra sekitar,” tegas Rapil Hadi.

Evaluasi harian posko taktis tambah Rapil Hadi, terus dilakukan secara berkala guna mengukur efektivitas sekat bakar dan memastikan pergerakan tim di lapangan tetap responsif terhadap perubahan arah angin.

“Koordinasi intensif ini menjadi landasan utama bagi kedua belah pihak untuk menjaga garis pertahanan perbatasan tetap terkendali,” tutup Rapil Hadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....