Keberagaman Etnis Jadi Kekuatan Jaga Kamtibmas Kalbar

  • 20 Agt 2026 11:24 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Keberagaman etnis di Kalimantan Barat menjadi kekuatan penting dalam menjaga persatuan, keamanan, dan keharmonisan masyarakat. Semangat tersebut mengemuka dalam Silaturahmi Bersama Mitra Strategis Polda Kalbar yang digelar Perkumpulan Merah Putih (PMP) Kalimantan Barat bersama Polda Kalbar di Rumah Adat Melayu, Rabu, 19 Agustus 2026.

Mengusung tema “Sinergi dan Kolaborasi, Perkuat Solidaritas dan Kamtibmas untuk Kalbar Maju Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi ruang memperkuat komunikasi antara kepolisian dengan masyarakat lintas etnis dan organisasi kemasyarakatan.

Kegiatan dihadiri Kapolda Kalbar Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar bersama jajaran pejabat utama Polda Kalbar, Kapolresta Pontianak Kombes Pol. Endang Tri Purwanto, Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa Sastika Akta Divia Robinson, serta tokoh adat, tokoh agama, organisasi kepemudaan dan organisasi kemasyarakatan.

Ketua PMP Kalimantan Barat, Dede Suratman, mengatakan silaturahmi tersebut menjadi momentum penting untuk membangun komunikasi dan kepercayaan antara masyarakat dengan kepolisian.

Silaturahmi Bersama Mitra Strategis Polda Kalbar yang digelar Perkumpulan Merah Putih (PMP) Kalimantan Barat bersama Polda Kalbar di Rumah Adat Melayu, Rabu (19/8/2026). (Foto: Edi S)

Menurut Dede, keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Seluruh elemen masyarakat perlu terlibat untuk mengantisipasi berbagai persoalan sejak dini.

“Bapak Kapolda berharap agar dapat menjalin silaturahmi yang erat antara jajaran Polda dan masyarakat Kalbar,” ujar Dede.

Dede menegaskan PMP selama ini telah menjalin kerja sama dengan Polda Kalbar dalam berbagai kegiatan yang mendukung tugas kepolisian di tengah masyarakat.

Sebagai organisasi yang menaungi berbagai perkumpulan etnis di Kalbar, PMP memiliki posisi strategis sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat, tokoh etnis, organisasi kemasyarakatan, dan aparat keamanan.

“Kami PMP merupakan perwakilan dari masyarakat Kalbar, di dalamnya ada perkumpulan etnis yang ada di Kalbar,” katanya.

Sementara itu, Kapolda Kalbar Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar menekankan terciptanya situasi keamanan yang kondusif membutuhkan kolaborasi seluruh komponen masyarakat.

Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk menghadapi berbagai persoalan yang menjadi perhatian bersama, salah satunya kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di sejumlah wilayah Kalbar.

Dede mengatakan PMP bersama masyarakat dan sejumlah paguyuban siap berpartisipasi membantu pemerintah mengurangi dampak Karhutla, terutama di wilayah yang terdampak langsung.

“Kami juga turut berpartisipasi dengan pemerintah terkait, khususnya Kubu Raya dan Ketapang, untuk ikut mengurangi dampak dari Karhutla yang sedang terjadi di Kalbar ini,” jelasnya.

Sinergi kepolisian, pemerintah, PMP, paguyuban, tokoh masyarakat, dan berbagai organisasi diharapkan terus berkembang menjadi gerakan bersama untuk menjaga keamanan, memperkuat solidaritas, serta mewujudkan Kalimantan Barat yang aman, harmonis, dan maju berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....