BI Kalbar Edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah

  • 28 Agt 2026 18:48 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Bank Indonesia Kalimantan Barat memperkuat literasi Rupiah melalui edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah kepada masyarakat.

Tim Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat, M. Fatra Apriadi, menjelaskan pentingnya masyarakat mengenali Rupiah sebagai bagian dari identitas bangsa.

Dalam acara “Membangun Literasi Finansial Negeri: Cinta, Bangga dan Paham Rupiah” di Aula Keriang Bandong Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, yang diinisiasi Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Kalimantan Barat, Fatra menjelaskan pengenalan Rupiah dapat dimulai dari warna dan gambar yang terdapat pada setiap pecahan.

Menurutnya, warna merah pada pecahan Rp100 ribu dan biru pada pecahan Rp50 ribu menjadi salah satu ciri yang mudah dikenali masyarakat. Selain itu, desain uang Rupiah juga menampilkan pahlawan nasional, sumber daya alam, flora, fauna, serta keindahan alam Nusantara.

Fatra juga menjelaskan proses pengadaan uang Rupiah yang dilakukan melalui sejumlah tahapan. Mulai dari perencanaan nominal dan bahan, penentuan jumlah oleh Kementerian Keuangan, pencetakan oleh Perum Peruri, hingga pengedaran, penarikan, dan pemusnahan yang dilakukan Bank Indonesia.

Ia mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga kondisi fisik Rupiah melalui gerakan 5J, yakni jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan distapler, dan jangan dibasahi.

“Uang yang kita gunakan setiap hari perlu kita rawat agar tetap layak edar. Karena itu, kebiasaan sederhana melalui gerakan 5J sangat penting,” ujar Fatra dalam paparannya, Jumat, 28 Agustus 2026.

Lebih lanjut, Fatra menyampaikan Bank Indonesia bersama TNI Angkatan Laut juga memiliki peran dalam memastikan ketersediaan Rupiah hingga wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal atau 3T.

Pengedaran Rupiah ke wilayah terpencil dilakukan melalui kerja sama dengan TNI Angkatan Laut menggunakan armada dan alutsista, sehingga masyarakat di wilayah kepulauan tetap dapat memperoleh uang Rupiah yang layak edar.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyimpan uang kertas sembarangan, terutama di tempat lembap dan tersembunyi seperti di bawah bantal atau lemari. Kondisi tersebut dapat membuat uang mudah rusak, termasuk akibat serangan rayap.

Sementara itu, Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Kalimantan Barat, Dina Prihatini Wardoyo, menegaskan pentingnya membangun kecintaan masyarakat terhadap Rupiah melalui edukasi yang berkelanjutan.

Dina mengatakan semangat Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah perlu terus disampaikan kepada masyarakat agar Rupiah tidak hanya dipandang sebagai alat pembayaran, tetapi juga sebagai simbol kedaulatan dan identitas bangsa.

Menurutnya, media memiliki posisi strategis untuk memperluas jangkauan edukasi literasi finansial yang telah dilakukan Bank Indonesia.

“Media dapat melanjutkan edukasi yang sudah disampaikan Bank Indonesia melalui berbagai platform, sehingga informasi mengenai Rupiah dan literasi keuangan semakin mudah dipahami masyarakat,” kata Dina.

Ia menambahkan, dukungan media diperlukan untuk memperkuat sosialisasi mengenai pentingnya mencintai, membanggakan, dan memahami Rupiah. Edukasi tersebut diharapkan dapat membentuk kebiasaan masyarakat yang semakin bijak dalam memperlakukan uang dan mengelola keuangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....