Kenapa Langit Pontianak di Siang Hari Berubah Kuning saat Kabut Asap?

  • 28 Agt 2026 18:43 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Fenomena langit yang berubah warna menjadi kuning di siang hari kembali menjadi pemandangan yang akrab bagi warga Pontianak setiap musim kabut asap tiba. Perubahan warna langit yang mencolok ini bukan sekadar ilusi optik, melainkan fenomena yang dapat dijelaskan secara ilmiah melalui interaksi antara partikel asap dan cahaya matahari di atmosfer.

Secara meteorologi, asap tebal yang menyebar luas seperti hasil kebakaran hutan dan lahan mampu menghamburkan cahaya matahari sedemikian rupa sehingga memberikan warna kuning kehijauan pada langit, terutama saat dilihat dari lokasi yang dekat dengan sumber karhutla. Fenomena ini berbeda dengan kabut biasa, karena asap tersusun dari partikel padat dan kering yang melayang di atmosfer, alih-alih butiran air seperti pada kabut pada umumnya.

Penjelasan lebih mendalam datang dari fenomena hamburan cahaya atau light scattering. Partikel aerosol yang berasal dari asap karhutla bekerja menyaring, menyerap, sekaligus menghamburkan sebagian cahaya matahari sebelum akhirnya mencapai mata manusia, sehingga spektrum warna yang terlihat pun ikut berubah dari kondisi normal.

Proses ini membuat cahaya dengan panjang gelombang lebih pendek seperti warna biru lebih banyak terhambur dan tersaring oleh partikel asap, sementara cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang seperti kuning, jingga, dan merah lebih dominan mencapai permukaan bumi dan tertangkap oleh mata pengamat.

Fenomena serupa juga pernah teramati di berbagai wilayah lain di Indonesia saat musim karhutla melanda, termasuk perubahan warna matahari menjadi merah pekat di sejumlah wilayah Kalimantan akibat kepekatan partikel asap di atmosfer. Semakin tebal konsentrasi asap yang menyelimuti suatu wilayah, semakin dramatis pula perubahan warna langit maupun matahari yang dapat teramati oleh mata telanjang.

Namun, di balik fenomena visual yang tampak dramatis ini, tersimpan pesan penting terkait kualitas udara yang perlu diwaspadai. Warna langit yang berubah menandakan tingginya konsentrasi partikel di udara, termasuk PM2.5 yang menjadi komponen berbahaya dalam asap karhutla dan dapat menembus jauh ke dalam sistem pernapasan manusia. Yang perlu dipahami, hilangnya warna kuning pada langit atau membaiknya jarak pandang tidak selalu berarti kualitas udara sudah kembali aman, karena partikel halus seperti PM2.5 tetap bisa melayang di udara meski secara visual tidak lagi tampak mencolok.

Memahami fenomena langit kuning ini penting bukan hanya sebagai pengetahuan ilmiah semata, melainkan juga sebagai pengingat bagi warga Pontianak dan Kalimantan Barat untuk tetap waspada terhadap kualitas udara di sekitar mereka, terlepas dari tampilan visual langit yang terlihat pada suatu waktu. Memantau indeks kualitas udara secara berkala tetap menjadi langkah paling akurat untuk menilai tingkat keamanan beraktivitas di luar ruangan, dibandingkan hanya mengandalkan penampakan warna langit semata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....