CRK Gercep, Aksi Anak Muda Peduli Kabut Asap di Pontianak

  • 28 Agt 2026 18:42 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Kepedulian terhadap dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mendorong relawan muda Centra Remaja Khatulistiwa (CRK) dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kalimantan Barat untuk mengambil aksi nyata. Melalui gerakan “CRK Gercep: Peduli Jadi Aksi”, para relawan muda turun langsung membantu masyarakat yang terdampak kabut asap.

Gerakan tersebut dibahas dalam program RONDA (Ruang Obrolan Pro 2) di Studio Pro 2 Pontianak, Kamis, 27 Agustus 2026. Perwakilan PKBI Kalimantan Barat, Cindy Muthia Zahira, menceritakan latar belakang munculnya gerakan tersebut yang berangkat dari keresahan anak muda terhadap kondisi kabut asap yang dirasakan masyarakat di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

Cindy mengatakan, ide CRK Gercep bermula dari pengalaman para relawan yang turut merasakan dampak kabut asap setelah beraktivitas di luar rumah. Dari obrolan bersama di basecamp, para relawan kemudian sepakat mengubah rasa peduli tersebut menjadi aksi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Peduli itu perlu diwujudkan sama aksi. Peduli kalau cuma dirasakan itu rasanya kurang. Aksinya yang mana yang tepat dan berdampak, walaupun aksi itu kecil, ketika benar-benar berdampak dan tepat sasaran, maka itu akan menjadi sebuah langkah kecil untuk membangun langkah yang besar nantinya,” ujar Cindy.

Pada aksi batch pertama, CRK Gercep berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Bimbingan Konseling (HMBK) Untan dan Mapala IAIN Pontianak. Para relawan membagikan masker dan asupan herbal secara gratis kepada pengguna jalan di sejumlah titik persimpangan lampu merah di kawasan Bundaran Digulis Untan, Pontianak.

Aksi tersebut menjadi langkah awal CRK dalam merespons kondisi kabut asap. Cindy menyebutkan, kegiatan serupa direncanakan kembali dilaksanakan pada akhir pekan dengan menyasar masyarakat yang membutuhkan.

Selain turun ke lapangan, PKBI Kalimantan Barat juga menyediakan layanan pendampingan bagi masyarakat. Layanan tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan fisik serta layanan psikososial dan konseling gratis bersama konselor.

Layanan tersebut dihadirkan karena kondisi kabut asap dan perubahan aktivitas masyarakat, termasuk penerapan pembelajaran atau perkuliahan secara daring, tidak hanya dapat berdampak terhadap aktivitas fisik, tetapi juga kondisi psikologis.

CRK dan PKBI Kalimantan Barat juga membuka kesempatan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, yang ingin terlibat dalam aksi sosial melalui kegiatan kerelawanan maupun dukungan lainnya. CRK menjadi ruang bagi anak muda untuk terlibat langsung dalam berbagai kegiatan sosial dan edukasi di masyarakat.

Melalui CRK, Cindy berharap semakin banyak anak muda yang tidak berhenti pada rasa peduli, tetapi berani mengambil langkah nyata sesuai kemampuan masing-masing. Menurutnya, aksi sederhana yang dilakukan secara tepat sasaran dapat menjadi bagian dari gerakan yang lebih besar untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....