Karhutla Sebelah SMKN 1 Sungai Raya, BPBD Kalbar Lakukan Pemadaman dan Penyekatan
- 28 Agt 2026 06:35 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- Penanganan Karhutla
- BPBD Provinsi Kalbar
- karhutla dekat bangunan sekolah di Desa Kuala Dua
RRI.CO.ID, Kubu Raya - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Titik kebakaran berada tepat di sebelah SMKN 1 Sungai Raya, Kamis, 27 Agustus 2026.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari pihak sekolah sekitar pukul 15.00 WIB. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kalbar, Judan, mengatakan laporan diterima dari guru di sekolah.
Meski pembelajaran dilakukan secara daring, para guru tetap berada di sekolah. “Sekarang proses pemblokiran biar tidak menyebrang ke bangunan SMK Negeri 1. Kemudian kami pastikan clear, tidak ada lagi yang hidup, karena ini mendekati bangunan sekolah,” kata Judan.
Petugas melakukan pemadaman sekaligus penyekatan untuk mencegah api merambat ke bangunan sekolah. Menurut Judan, kondisi sumber air di lokasi masih cukup aman untuk mendukung proses pemadaman.
“Sudah hampir satu jam. Biasanya 15 menit main sudah habis airnya. Karena kita memang kapasitas mesinnya besar, kita untuk jarak jauh,” ujarnya.
Judan menambahkan, setelah proses pemadaman selesai, petugas akan memastikan lokasi benar-benar aman dan tidak menyisakan bara yang berpotensi memunculkan kembali titik api.
BPBD Kalbar juga akan melakukan patroli di kawasan tersebut. Hal ini dilakukan karena Kalimantan Barat masih dalam status tanggap darurat karhutla. Patroli dan pemantauan dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, serta perangkat RT dan RW. Koordinasi ini dilakukan agar informasi mengenai kemunculan titik api dapat segera diterima petugas.
Sementara itu, Petugas Pemadam BPBD Kalbar, Indra, mengatakan kondisi kebakaran di lokasi tersebut dinilai relatif lebih ringan dibandingkan kejadian sebelumnya karena lahan merupakan area bekas terbakar.
“Kendala di lapangan tetap air. Pada lokasi karhutla kali ini agak ringan karena bekas kebakaran kemarin. Kondisi lahan gambut diperkirakan kedalamannya sekitar satu meter,” kata Indra.
Indra menjelaskan, proses pemadaman karhutla biasanya membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat jam. Namun, durasi tersebut sangat bergantung pada kondisi sumber air di lokasi. “Kalau air banyak, kita bisa cepat,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....