Musim Kemarau, Kebakaran Permukiman di Kalbar Naik hingga 15 Persen
- 27 Agt 2026 12:02 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak — Peristiwa kebakaran permukiman dan ruko di sejumlah wilayah Kalimantan Barat mengalami peningkatan sejak memasuki musim kemarau. Kenaikan tersebut dipengaruhi suhu udara yang meningkat serta sejumlah faktor lain, termasuk kondisi peralatan dan kelalaian manusia.
Sekretaris Forum Komunikasi Pemadam Kebakaran Swasta Kalbar, Eddy Zulkarnaen mengatakan, sejak awal musim kemarau, kejadian kebakaran permukiman dan ruko meningkat sekitar 10 hingga 15 persen.
“Peningkatan suhu udara menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi terjadinya kebakaran, terutama ketika kondisi lingkungan semakin panas dan kering,” ujarnya, Rabu, 26 Agustus 2026.
Selain faktor cuaca, kebakaran juga dipicu kondisi peralatan yang sudah usang atau tidak memenuhi standar. Faktor kelalaian manusia atau human error juga menjadi salah satu penyebab yang perlu diwaspadai masyarakat.
Eddy mengatakan, kebakaran di kawasan permukiman memang kerap terjadi setiap tahun saat musim kemarau. Kondisi tersebut berlangsung bersamaan dengan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalbar.
“Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai sumber pemicu kebakaran di lingkungan rumah maupun tempat usaha,” imbuhnya.
Menurut Eddy, penggunaan peralatan elektronik dan kompor gas perlu mendapat perhatian lebih selama kondisi cuaca panas. Peralatan yang digunakan juga harus dipastikan dalam kondisi baik dan memenuhi standar keamanan.
Ia mengingatkan masyarakat tidak meninggalkan peralatan elektronik maupun kompor dalam kondisi menyala tanpa pengawasan, terutama ketika kondisi suhu udara meningkat. Eddy berharap kewaspadaan masyarakat dapat ditingkatkan untuk mencegah kebakaran permukiman maupun ruko selama musim kemarau.
“Langkah pencegahan dinilai penting karena kebakaran dapat meluas dengan cepat dalam kondisi cuaca panas,” tutup Eddy.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....