Kualitas Udara Singkawang Memburuk, Belajar Tatap Muka di Sekolah Ditiadakan

  • 27 Agt 2026 10:43 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Singkawang – Memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat Pemerintah Kota Singkawang mengambil langkah tegas. Mulai Senin, 24 Agustus 2026, pembelajaran tatap muka di seluruh satuan pendidikan hingga lembaga kursus ditiadakan sementara dan dialihkan menjadi pembelajaran daring dari rumah.

Kebijakan tersebut berlaku bagi jenjang TK/PAUD, SD, SMP, PKBM, hingga lembaga kursus dan akan diterapkan sampai kondisi udara dinyatakan membaik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Singkawang, Asmadi, mengatakan kebijakan itu merupakan tindak lanjut hasil rapat koordinasi penanggulangan bencana daerah pada Sabtu (22/8/2026).

“Peniadaan pembelajaran tatap muka ini karena kondisi udara semakin memburuk akibat karhutla di Singkawang dan wilayah sekitar, sehingga sangat membahayakan kesehatan warga sekolah,” kata Asmadi, Minggu (23/8/2026).

Asmadi menyebutkan proses belajar mengajar tetap berjalan. Namun, seluruh kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara daring dari rumah masing-masing dengan tetap mengikuti jam efektif dan muatan materi pembelajaran.

“Pembelajaran daring akan berlangsung sampai kondisi udara dinyatakan membaik oleh lembaga terkait,” ujarnya.

Selama pembelajaran daring, guru diminta memastikan proses belajar tetap berlangsung secara optimal. Siswa juga diwajibkan mengaktifkan kamera selama pembelajaran agar keikutsertaan mereka dapat dipantau.

“Guru wajib memastikan dan mengoptimalkan pembelajaran daring dengan mewajibkan siswa mengaktifkan kamera saat pembelajaran berlangsung,” ujarnya.

Meski siswa belajar dari rumah, kepala sekolah, guru, dan seluruh tenaga kependidikan tetap diwajibkan masuk dan melaksanakan aktivitas kedinasan seperti biasa di sekolah.

Selain mengatur pola pembelajaran, Disdikbud Singkawang juga meminta seluruh satuan pendidikan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan sekolah maupun sekitarnya.

Langkah pencegahan yang diminta antara lain tidak membakar sampah sembarangan, menyiapkan cadangan air, serta mempersiapkan sumur bor atau parit bagi sekolah yang berada di kawasan lahan gambut.

“Kami minta sekolah meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Jangan ada pembakaran sampah sembarangan dan pastikan ketersediaan air untuk mengantisipasi potensi kebakaran,” kata Asmadi.

Di tengah kondisi udara yang memburuk, warga sekolah juga diminta memaksimalkan penggunaan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah maupun di luar ruangan.

Asmadi juga mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar bersama melalui ibadah dan doa memohon hujan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

“Kita tentu berharap kondisi segera membaik. Mari bersama-sama berikhtiar, menjaga kesehatan, meningkatkan kewaspadaan, serta berdoa agar hujan segera turun,” tutupnya. (Gun)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....