BMKG: Tiga Hari ke Depan Pertumbuhan Awan Hujan Merata di Kalbar, Kecuali Ketapang

  • 14 Sep 2026 13:05 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Kubu Raya - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas 1 Supadio Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) memprediksikan dalam 3 hari ke depan terhitung tanggal 14 sampai 16 September 2026, terdapat pertumbuhan awan hujan yang berpotensi terjadinya hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah wilayah Kalbar, kecuali di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

Koordinator Data dan Informasi BMKG Kelas 1 Supadio Pontianak Sutikno memprediksikan, berdasarkan data yang kami miliki, pertumbuhan awan hujan ini sudah ada dari tanggal 12 sampai 18 September 2026. Terutama untuk tang 14 sampai 16 September nanti memang ada pertumbuhan awan hujan yang cukup meluas di seluruh wilaya Kalbar.

"Dengan kondisi ini, kita harapkan pertumbuhan awan-awan tersebut bisa memicu turunnya hujan, terutama di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Sambas, Sintang, Sanggau, Melawi, Sekadau, Kapuas Hulu, Mempawah, Bengkayang Landak dan Kota Singkawang. Namun untuk Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara memang belum tampak pertumbuhan awan hujannya," kata Sutikno kepada RRI Pontianak di kantor BMKG, Senin, 14 September 2026 siang.

Sutikno berharap potensi muncul awan hujan ini juga bisa dioptimal oleh tim Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menjadi hujan dengan intensitas lebat dan jatuh di titik-titik panas, sehingga bisa membuat udara di Kalbar kembali membaik dan segar.

"Adanya curah hujan di sejumlah daerah di Kalbar dalam beberapa hari terakhir ini dan pemadaman karhutla sangat berdampak signifikan penurunan jumlah titik panas (hotspot) tinggi di beberapa daerah," ucap Sutikno.

Sutikno menjelaskan, berdasarkan data BMKG sampai 13 September 2026 pukul 22.00 WIB, jumlah hotspot kategori tinggi sebanyak 176 titik yang tersebar di 9 Kabupaten, diantaranya, Ketapang 108 titik, Kayonh Utara 33 titik, Melawi 16 titik, Kubu Raya 10 titik, Mempawah 5 titik, Sintang 3 titik dan Sanggau 1 titik.

"Khusus di Kabupaten Kubu Raya, penurunan jumlah hotspot kategori tinggi memang cukup signifikan, kondisi ini belum mampu mempergaruhi menurunnya kabut asap di wilayah Bandara Internasional Supadio, karena jarak pandang (visibility) nya masih berkisar 200 sampai 400 meter pada pagi hari dan paling tertingginya hanya sampai diangka 1.000 meter," kata Sutikno, menjelaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....