Kabut Asap Menyelimuti Pontianak, Warga Masih Abai Masker
- 27 Agt 2026 08:36 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- Jarak pandang udara pagi hanya berkisar 100 meter lebih akibat tingginya konsentrasi asap di atmosfer.
- Meskipun kondisi udara kurang bersahabat, aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas tetap berlangsung normal di Kota Pontianak.
- Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan masih menyelimuti Kota Pontianak pada Kamis, 27 Agustus 2026 pagi di sekitar kawasan simpang lampu merah Tanjungpura.
RRI.CO.ID, Pontianak — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kota Pontianak pada Kamis, 27 Agustus 2026 pagi. Kondisi tersebut terlihat di kawasan simpang lampu merah Tanjungpura Pontianak sekitar pukul 08.00 WIB.
Udara pagi tampak berkabut dengan jarak pandang diperkirakan masih sekitar 100 meter lebih. Aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas tetap berlangsung di tengah kondisi udara yang kurang bersahabat tersebut.
Namun, di tengah kepungan kabut asap, masih terlihat sebagian pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan masker. Padahal, masker dapat menjadi salah satu perlindungan untuk mengurangi paparan partikel dan polutan yang terkandung dalam asap.
Pemandangan itu terlihat ketika para pengendara berhenti menunggu lampu lalu lintas di simpang Tanjungpura. Sebagian pengendara telah mengenakan masker, sementara lainnya tetap berkendara tanpa pelindung pernapasan.
Kabut asap yang menyelimuti Pontianak menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih memperhatikan kesehatan ketika beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker, terutama saat kualitas udara memburuk, menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi paparan asap.
Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan jika kondisi udara semakin memburuk serta mengikuti informasi kualitas udara dan perkembangan karhutla dari sumber resmi.
Kondisi kabut asap ini kembali menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak hanya dirasakan di sekitar lokasi kebakaran, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan perkotaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....