Pemantauan Hotspot Real Time Perkuat Penanganan Karhutla di Mempawah

  • 26 Agt 2026 18:38 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Mempawah - Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) di Kabupaten Mempawah terus diperkuat melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satunya dengan pemantauan titik panas (hotspot) secara real time melalui Dasbor Lancang Kuning di Monitoring Center Polres Mempawah, Rabu 26 Agustus 2026.

‎‎Pemantauan tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Mempawah Erlina bersama Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Brigjen TNI Washington Simanjuntak beserta tim, Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto, Dandim 1201/Mempawah Letkol Czi Ali Isnaini, Kajari Mempawah, BPBD serta sejumlah stakeholder terkait.

‎‎Melalui layar monitoring, rombongan melihat secara langsung perkembangan titik panas yang terdeteksi di wilayah Kabupaten Mempawah. Data tersebut menjadi informasi awal bagi tim gabungan untuk menentukan lokasi yang perlu segera diverifikasi dan ditindaklanjuti di lapangan.

‎Kabag Ops Polres Mempawah AKP Erwin Simanjuntak mengatakan, keberadaan Dasbor Lancang Kuning menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung deteksi dini dan percepatan penanganan karhutla.

‎‎“Lancang Kuning ini merupakan aplikasi yang bisa memantau hotspot secara real time. Dari sini kita bisa melihat lokasi titik panas secara lebih akurat, kemudian data tersebut langsung kita tindak lanjuti dengan pengecekan oleh petugas di lapangan,” jelas Erwin.

‎‎Ia menyebut, informasi yang diperoleh melalui sistem tersebut membantu petugas menentukan lokasi yang menjadi prioritas untuk dilakukan pengecekan. Meski demikian, setiap hotspot tetap harus diverifikasi secara langsung karena data satelit merupakan informasi awal yang perlu dipastikan kondisi sebenarnya di lapangan.

‎‎“Data hotspot ini menjadi informasi awal. Selanjutnya petugas kita bergerak ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya dan mengambil langkah penanganan apabila ditemukan adanya kebakaran,” jelasnya.

‎‎Pemantauan secara real time juga memungkinkan koordinasi antar unsur dilakukan secara lebih cepat dan terarah. Ketika titik panas terdeteksi, informasi dapat segera diteruskan kepada personel yang berada di wilayah terdekat untuk melakukan pengecekan.

‎Dengan pola tersebut, potensi karhutla diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga langkah pemadaman dan pendinginan dapat segera dilakukan sebelum api meluas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....