Polres Kubu Raya Terima Bantuan 60 Personel BKO Tangani Karhutla

  • 25 Agt 2026 20:21 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Kubu Raya - Polres Kubu Raya mendapatkan penambahan 60 personel yang terdiri dari 20 personel Brimob Polda Bali dan 40 personel dari Mako Brimob. Penerimaan 60 personel BKO ini dalam apel penerimaan di halaman Polsek Sungai Raya, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Selasa, 25 Agustus 2026 petang.

Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia mengatakan, puluhan personel itu merupakan bagian dari Ops Aman Nusa yang berasal dari Mako Brimob Pelopor dan Brimobda Polda Bali. Mereka akan memperkuat jajaran Polres Kubu Raya dalam penanggulangan karhutla di sejumlah wilayah yang dinilai membutuhkan tambahan kekuatan.

Rensa menambahkan kehadiran personel BKO menjadi dukungan penting bagi jajaran di lapangan. Personel tersebut akan bergerak bersama anggota Polres Kubu Raya untuk mempercepat penanganan ketika kebakaran muncul di wilayah rawan.

“Kami menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas dukungan serta bantuan rekan-rekan personel BKO Korps Brimob dalam membantu pelaksanaan tugas penanggulangan karhutla di wilayah Kabupaten Kubu Raya,” kata Kapolres diwawancarai awak media usai memimpin apel penerimaan 60 personel BKO.

Kapolres menjelaskan, 60 personel BKO akan dibagi menjadi empat regu. Penempatan mereka disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kerawanan karhutla di lapangan. Sejumlah personel akan ditempatkan di wilayah hukum Polsek Sungai Raya dan Polsek Sungai Kakap. Teknis penugasan selanjutnya dikoordinasikan dengan personel Polres Kubu Raya agar pengerahan kekuatan dapat disesuaikan dengan perkembangan situasi.

“Personel BKO akan dibagi menjadi empat regu dan ditempatkan sesuai kebutuhan di titik-titik wilayah rawan karhutla, di antaranya wilayah Polsek Sungai Raya dan Polsek Sungai Kakap. Teknis penugasan akan dikoordinasikan bersama personel Polres Kubu Raya,” ujar Kapolres.

Kapolres menambahan personel menjadi modal penting dalam menghadapi karhutla. Namun, petugas masih menghadapi persoalan yang tidak kalah serius, yakni minimnya sumber air akibat kemarau.

"Kondisi tersebut membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit. Personel harus menghadapi situasi ketika air yang dibutuhkan untuk memadamkan api tidak mudah ditemukan di sekitar lokasi kebakaran," ucap AKBP Rensa.

Menurut Rensa, persoalan tersebut membuat koordinasi dan kerja sama antarpersonel menjadi semakin penting. Setiap kekuatan yang dikerahkan harus bergerak secara terkoordinasi agar penanganan api dapat dilakukan seefektif mungkin.

Kapolres juga berharap kehadiran personel BKO tidak hanya menambah jumlah kekuatan, tetapi mampu mempercepat respons terhadap kebakaran di wilayah yang membutuhkan penanganan.

“Kami berharap selama pelaksanaan tugas dapat terjalin koordinasi, komunikasi, dan kerja sama yang baik demi optimalnya penanganan karhutla di wilayah hukum Polres Kubu Raya,” ucapnya.

Rensa juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun pelayanan terhadap personel BKO selama berada di wilayah hukum Polres Kubu Raya.

Pengerahan personel tersebut merupakan bagian dari dukungan operasional penanggulangan karhutla di wilayah hukum Polda Kalimantan Barat, khususnya wilayah hukum Polres Kubu Raya.

Penugasan itu berdasarkan Surat Perintah Komandan Pasukan Brimob II Korbrimob Nomor Sprin/585/VIII/OPS.2.1/2026 tanggal 23 Agustus 2026 tentang Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di wilayah hukum Polda Kalimantan Barat. Surat perintah tersebut berlaku hingga 30 September 2026.

Dengan tambahan kekuatan tersebut, Polres Kubu Raya diharapkan dapat meningkatkan kemampuan respons di lapangan, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut dan berpotensi mengalami kebakaran kembali saat cuaca panas dan curah hujan rendah.

Bagi petugas, tantangan penanganan karhutla kini bukan hanya soal seberapa banyak personel yang dikerahkan. Ketersediaan air menjadi faktor krusial yang menentukan seberapa cepat api dapat dikendalikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....