Semangkuk Bakso di tengah Kepungan Karhutla
- 24 Agt 2026 09:34 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- Puluhan relawan dan petugas pemadam kebakaran terus berjuang menjinakkan api yang membara di lahan Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, pada Minggu, 23 Agustus 2026 malam hari.
- Kondisi di lokasi kebakaran sangat berat dengan asap pekat mengepung kawasan dan panas yang memancar dari tanah yang membara, membuat para petugas mengalami kelelahan maksimal.
- Masyarakat lokal memberikan dukungan moral dan makanan berupa kuah bakso kepada para pejuang garis depan, menunjukkan solidaritas dan kepedulian terhadap upaya pemadaman kebakaran.
RRI.CO.ID, Kubu Raya — Malam merayap pekat di Jalan Wonodadi 2, Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Minggu, 23 Agustus 2026. Udara malam yang seharunya segar, terasa menyesakkan dada. Hawa panas memancar dari tanah lahan yang membara, sementara gulungan asap pekat mengepung kawasan tersebut. Di tengah kepungan api membara dan lelah yang memuncak, puluhan relawan dan petugas pemadam kebakaran (damkar) masih terus berjibaku menjinakkan si jago merah.
Wajah-wajah tegang dan berselimut jelaga (butiran arang halus dan lunak berwarna hitam yang terbentuk dari sisa pembakaran) itu mendadak luluh ketika aroma hangat kuah bakso menyeruak di antara bau sangit kebakaran. Sebuah aksi sederhana namun penuh makna hadir malam itu, menegaskan satu hal kepada para pejuang di garis depan bahwa mereka tidak sendirian.
Berdasarkan unggahan dari akun Instagram @rita_bersamakalian, aksi kepedulian ini diwujudkan dengan menyediakan bakso Malang. Semangkuk demi semangkuk bakso hangat kemudian diantarkan langsung ke titik lokasi, diserahkan tangan ke tangan kepada para relawan yang sedang menahan lelah.
"Sekitar pukul 17.00 WIB saya mendapat informasi dari tim relawan di lapangan terdapat titik api di lokasi dekat bandar udara supadio, setelah tim lapangan cek lokasi berada di Jalan Wonodadi 2, Desa Limbung Kabupaten Kubu Raya. Kami relawan gabungan sejak sore hingga malam berjibaku di lapangan, tentu menguras energi dan untuk membersamai relawan. Saya hadirkan UMKM Bakso Malang untuk seluruh relawan yang turun tadi malam, mungkin sederhana tapi sangat berarti untuk teman-teman relawan bahwa mereka tidak sendiri," ungkap Rita.
Di atas tanah yang membara, suasana mendadak berubah. Wajah-wajah lelah yang semula tegang berganti menjadi senyum merekah. Di sela-sela jeda pemadaman, para relawan duduk bersama, menikmati hidangan, saling bercanda, dan sejenak melepaskan beban perjuangan yang menghimpit.
"Malam ini bukan hanya tentang api yang kami lawan, bukan hanya tentang asap pekat, panas, dan lelah yang harus ditahan. Malam ini tentang kebersamaan, tentang saling menjaga, saling menguatkan, dan saling memberikan semangat," tulis akun Instagram @rita_bersamakalian dalam unggahannya.
Aksi ini menjadi pengingat hangat bahwa dukungan untuk para pejuang Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) tidak selalu membutuhkan hal yang besar atau rumit. Di tengah perjuangan fisik yang menguras stamina, para relawan tidak hanya membutuhkan pasokan air dan perlengkapan pemadam, tetapi juga kepedulian serta kehangatan moral, bahwa ada warga yang berdiri bersama mereka.
Sederhana, tetapi berdampak mendalam. Semangkuk bakso, ukiran senyum, dan doa yang diselipkan menjadi pesan paling tegas di tengah kegelapan malam: “Kami bersama kalian. Jangan menyerah.” pesan Rita.
Unggahan tersebut diakhiri dengan apresiasi mendalam serta harapan tulus bagi keselamatan seluruh pemadam dan relawan yang menjaga bumi Kalimantan.
"PRAY FOR KALIMANTAN. Semoga api segera padam, hujan segera turun, dan seluruh pejuang di lapangan selalu dalam lindungan Allah SWT."
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....