Tangani Karhutla, BPBD Kalbar Masifkan Peran Satgas Darat dan Udara
- 21 Agt 2026 19:02 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) memastikan kondisi karhutla sampai saat ini relatif terkendali dengan baik. Kondisi ini dikarenakan masifnya peran satgas darat dan udara yang terus melakukan penanganan karhutla di beberapa daerah di Kalbar.
Gubernur Kalbar Ria Norsan melalui Plt Kepala BPBD Kalbar Ridwan mengatakan, terkendalinya situasi karhutla di Kalbar ini dapat dilihat dari data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang mencatat terjadi penurunan jumlah titik panas (hotspot) kategori tinggi di 12 kabupaten di Kalbar .
"Dari jumlah hotspot kategori tinggi selama tiga hari terakhir terjadi penurunan yang cukup signifikan. Yang mana tanggal 19 Agustus sebanyak 521 titik terjadi penurunan pada tanggal 20 Agustus 2026 dengan jumlah 224 titik, kemudian pada 21 Agustus kembali mengalami penurunan dengan jumlah 32 titik. Tentunya penurunan hotspot ini akan menjadi target kami dalam penanganan karhutla dengan memasifkan keterlibatan satgas darat dan udara," kata Ridwan saat konferensi pers terkait karhutla di Provinsi Kalbar di Apron Lanud Supadio, Jumat, 21 Agustus 2026 petang.
Ridwan menjelaskan, apa yang selama ini terjadi, BPBD Kalbar bersama satgas darat dan udara telah melakukan penanganan karhutla, sehingga kondisi karhutla tidak semakin parah dan bisa ditangani dengan cepat.
"Selama penanganan karhutla, kami BPBD Kalbar membagi dua tim yang terdiri dari satgas darat dan satgas udara. Untuk satgas darat kami terus berkolaborasi dengan BPBD kabupaten/kota, TNI/Polri Manggala Agni, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) dan Satpol PP dalam menentukan titik mana saja yang harus dilakukan pemdamana maupun pembahasan," ujar Ridwan.
Sementara itu Komandan Lanud Supadio Marsekal Pertama TNI Sidik Setyono menambahkan, dalam mendukung penanganan karhutla, satgas udara penanganan karhutla telah menyiapkan 8 armada udara yang terdiri dari 6 armada udara disiapkan di Lanud Supadio untuk patroli udara dan water bombing dan 2 lainnya di Kabupaten Ketapang.
"Digesernya 2 armada udara di Kabupaten Ketapang, dikarenakan kondisi dan jumlah hotspot di kabupaten itu cukup tinggi. Berdasarkan data yang kami terima, sampai saat ini terdapat tiga kabupaten yang memiliki jumlah hotspot terbanyak yaitu, Ketapang, Kubu Raya dan Mempawah," ujar Danlanud Supadio.
Danlanud Supadio menjelaskan, selain melakukan patroli udara dan water bombing, Lanud Supadio juga melakukan kontribusi nyata dengan melakukan operasi modifikasi cuaca (OMG). Selain itu Lanud Supadio juga telah menyiapkan materi semai OM yang saat ini tersimpan di gudang dan siap digunakan saat diperlukan.
"Untuk water bombing ini merupakan langkah terakhir dengan melihat kondisi karhutla di suatu wilayah. Yang mana pada hari ini kami mengerahkan helikopter jenis Sikorsky UH-60L untuk melakukan water bombing di Desa Mekar Sari, Kabupaten Kubu Raya," ucap Danlanud, menjelaskan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....