Kalbar Terima Dana BPDP Rp116 Miliar, Didorong Perkuat Sawit Kalbar

  • 21 Agt 2026 14:49 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Kalimantan Barat (Kalbar) diperkirakan menerima alokasi dana BPDP sekitar Rp116 miliar untuk mendukung pengembangan perkebunan sawit tahun 2025. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Barat, Rino Anteno Tengo mengatakan, besarnya alokasi tersebut menjadi peluang strategis untuk memperkuat sektor perkebunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Untuk tahun 2025, Kalimantan Barat diperkirakan mendapatkan alokasi dana BPDP sekitar Rp116 miliar,” ujar Rino, Kamis, 20 Agustus 2026.

Rino menjelaskan, Kalbar memiliki posisi penting dalam industri kelapa sawit nasional karena menjadi daerah penghasil sawit terbesar kedua di Indonesia setelah Provinsi Riau. “Kalau kita lihat potensi sawit di Kalbar, kita merupakan penghasil terbesar kedua setelah Riau. Artinya, dukungan dana BPDP ini sangat krusial bagi daerah,” katanya.

Menurutnya, optimalisasi dana BPDP diharapkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama petani kelapa sawit yang menjadi bagian penting dalam rantai ekonomi perkebunan. “Dana ini tentu harus bisa memberikan manfaat kepada masyarakat, khususnya petani sawit, karena mereka merupakan bagian utama dari sektor perkebunan kita,” tutur Rino.

Selain mendukung sektor perkebunan, Rino menyoroti pentingnya program beasiswa BPDP dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak petani kelapa sawit. Ia meminta generasi muda tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut hanya karena persoalan gengsi atau merasa kurang percaya diri untuk memilih bidang yang berkaitan dengan perkebunan.

“Anak-anak muda, terutama Gen Z, jangan patah semangat dan jangan gengsi untuk memanfaatkan program beasiswa BPDP,” ucapnya.

Rino menilai, beasiswa tersebut tidak hanya membantu meringankan beban biaya pendidikan, tetapi juga dapat menjadi jalan bagi keluarga petani untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. “Ini kesempatan yang sangat baik. Anak-anak petani sawit bisa mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi dan nantinya kembali memberikan kontribusi bagi daerah,” ujarnya.

Rino mengungkapkan, untuk saat ini program beasiswa BPDP masih memprioritaskan anak-anak petani kelapa sawit. Sementara peluang untuk bidang studi lain masih dalam tahap pembahasan.

“Untuk saat ini memang prioritasnya adalah anak-anak petani kelapa sawit. Kalau untuk jurusan lain seperti kedokteran atau jurusan umum, itu masih menjadi pertimbangan,” katanya.

Ia juga mendorong generasi muda agar tidak hanya melihat perkebunan sawit sebagai pekerjaan konvensional, tetapi sebagai sektor yang memiliki peluang pengembangan dan membutuhkan sumber daya manusia berkualitas. “Jangan sampai anak muda justru meninggalkan sektor perkebunan. Kita membutuhkan generasi baru yang mampu membawa pertanian dan perkebunan menjadi lebih modern,” kata Rino.

Di sisi lain, Rino berharap informasi mengenai program BPDP dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, sehingga peluang bantuan dan pembiayaan yang tersedia tidak hanya diketahui oleh kelompok tertentu. Untuk itu, ia mengajak insan pers ikut berperan aktif menyampaikan informasi mengenai program BPDP, termasuk beasiswa dan berbagai bentuk dukungan untuk sektor perkebunan.

“Kami berharap teman-teman wartawan bisa membantu menyebarluaskan informasi ini. Semakin banyak masyarakat yang tahu, semakin banyak pula yang bisa memanfaatkan program BPDP,” kata Rino.

Dengan potensi dana yang cukup besar, Rino berharap pemanfaatan program BPDP di Kalimantan Barat semakin tepat sasaran dan mampu memperkuat kesejahteraan petani sekaligus mendorong regenerasi pelaku usaha perkebunan.

Baca juga: BPDP Perkuat Dukungan Perkebunan Rakyat Kalbar

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....